Menag RI-Wali Kota Makassar Canangkan Gerbang Moderasi Indonesia Pertama

Kamis, 09 Juli 2026 18:32 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

422a4566-0049-4fed-922c-6129d20a9f7c.jpeg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat mendampingi Menteri Agama RI Nazaruddin Umar pada kegiatan di Makassar, Kamis (9/6/2026). (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Kota Makassar menjadi daerah pertama di Indonesia yang memulai pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia, sebuah simbol penguatan nilai toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama. Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, didampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Biringkanaya, Kamis (9/7/2026).

Pembangunan gerbang tersebut diharapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Makassar sebagai lokasi pertama pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia. Menurutnya, kepercayaan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Munafri mengungkapkan, indeks toleransi Kota Makassar terus menunjukkan peningkatan. Dari sebelumnya berada di peringkat ke-49 secara nasional, kini Makassar berhasil masuk dalam sembilan besar kota paling toleran di Indonesia.

Baca Juga: 

“Alhamdulillah, sekarang Kota Makassar berada di peringkat sembilan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang terus membangun komunikasi dan pendekatan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Munafri, capaian tersebut menjadi modal penting mengingat Makassar merupakan pintu gerbang kawasan Indonesia Timur dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi serta kehidupan sosial yang sangat beragam.

Ia mencontohkan kawasan BTP sebagai representasi kehidupan multietnis dan multikeyakinan di Kota Makassar. Di kawasan tersebut, rumah ibadah dari berbagai agama berdiri berdampingan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Di kawasan BTP ini masyarakatnya sangat multietnis. Di sini ada masjid, gereja, dan pura yang hidup berdampingan dengan baik,” katanya.

Sebagai tindak lanjut pencanangan tersebut, Pemerintah Kota Makassar berencana menghadirkan Gerbang Moderasi Indonesia di sejumlah titik lain sebagai simbol penguatan nilai toleransi hingga ke lingkungan masyarakat.

“Ini menjadi tanggung jawab kami setelah pencanangan hari ini. Kami akan menghadirkan gerbang-gerbang moderasi di beberapa lokasi sebagai upaya memperkuat nilai keberagaman hingga ke tingkat masyarakat paling kecil,” ujar Munafri.

Ia juga memastikan pemerintah akan membenahi akses jalan menuju lokasi pembangunan agar kawasan tersebut mudah dijangkau masyarakat. Menurutnya, pembangunan simbol moderasi perlu didukung infrastruktur yang memadai.

“Hari ini Dinas PU sudah melakukan survei. Kita ingin memastikan akses menuju kawasan ini semakin baik. Tingkat kemantapan jalan Kota Makassar saat ini sudah di atas 97 persen dan akan terus kita tingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Gerbang Moderasi Indonesia bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol persatuan yang diharapkan mampu memperkuat semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menurutnya, lokasi pembangunan yang berada di tengah kawasan permukiman memiliki makna strategis karena masyarakat akan berinteraksi langsung dengan simbol tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: 

“Kehadiran monumen kebersamaan seperti ini jangan dilihat dari besar kecil tempatnya, tetapi dari dampaknya. Ketika dibangun di tengah permukiman, setiap orang yang melihatnya akan selalu diingatkan bahwa kita semua adalah satu, tidak ada perbedaan di antara kita,” ujar Nasaruddin.

Ia berharap Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar menjadi ikon nasional yang dapat menginspirasi daerah lain untuk membangun simbol serupa sebagai wujud komitmen menjaga persatuan bangsa.

“Saya berharap monumen ini menjadi kekuatan simbolik sekaligus ikon Kota Makassar. Mudah-mudahan nanti setiap kabupaten dan kota juga memiliki monumen seperti ini sebagai simbol pemersatu bangsa,” tuturnya.

Turut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Ali Yafid, CEO Founder Kabar Grup Upi Asmaradhana, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Muhammad, serta unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan sejumlah tokoh masyarakat. (****)