Pemkot Makassar
Minggu, 12 Juli 2026 19:31 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com – Pemerintah Kota Makassar kembali meraih pengakuan di tingkat nasional atas komitmennya mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis budaya. Kota Makassar menerima penghargaan pada kategori Wastra dan Kriya dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dalam rangkaian penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (12/7/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian didampingi Ketua Harian Dekranas Tri Suswati Tito Karnavian.
Apresiasi itu diberikan atas kontribusi Pemerintah Kota Makassar dalam mengembangkan wastra atau kain tradisional serta kriya atau kerajinan tangan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Menanggapi penghargaan tersebut, Munafri Arifuddin mengatakan capaian itu menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Makassar untuk terus mengembangkan motif-motif khas daerah agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Baca Juga:
“Itu bagian dari bagaimana kita terus memaksimalkan penggunaan motif-motif lokal untuk memastikan bahwa produk lokal kita tidak kalah bersaing dengan motif dari daerah lain,” ujar Munafri.
Menurut Munafri, Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan wastra dan kriya. Namun, penguatan ekosistem industri kreatif masih memerlukan dukungan, terutama melalui peningkatan jumlah perajin dan pembatik agar inovasi motif khas daerah semakin berkembang.
Ia juga mengajak masyarakat menggunakan produk-produk wastra khas Makassar, termasuk Batik Lontara, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Munafri mengakui salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah akses masyarakat terhadap produk-produk tersebut.
“Ke depan, tempat pembeliannya harus mudah diakses dan produknya tersedia dengan berbagai pilihan kualitas maupun harga sehingga semua masyarakat bisa mendapatkannya,” katanya.
Selain memperluas pemasaran, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong lahirnya lebih banyak pembatik dan perajin lokal sehingga pengembangan motif khas Makassar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Ini yang harus kita maksimalkan, terutama para pembatik. Kita memang belum punya banyak pembatik sehingga motif-motif lokal masih perlu terus dikembangkan dengan lebih baik lagi,” ujarnya.
Munafri menegaskan keikutsertaan Makassar dalam HUT Dekranas bukan sekadar memamerkan produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan pelaku UMKM, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, seluruh produk yang ditampilkan di stan Pemerintah Kota Makassar merupakan hasil karya para perajin lokal yang selama ini mendapatkan pembinaan melalui Dekranasda Kota Makassar.
“Kami ingin memastikan bahwa di Kota Makassar ada pemberdayaan terhadap para perajin sekaligus upaya melestarikan budaya yang kita miliki,” katanya.
Ia juga menilai penyelenggaraan HUT Dekranas memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah mendorong peningkatan aktivitas sektor perhotelan, restoran, pusat oleh-oleh, transportasi, hingga jasa penyewaan kendaraan.
“Hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil, dan berbagai sektor lainnya ikut bergerak karena hadirnya ribuan tamu di Kota Makassar,” ujar Munafri.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas di Makassar memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi daerah tuan rumah.
Menurut Tito, tingginya mobilitas peserta dari seluruh Indonesia berdampak langsung terhadap meningkatnya aktivitas maskapai penerbangan, transportasi lokal, hotel, restoran, hingga pelaku UMKM.
“Bayangkan seluruh Indonesia datang ke sini. Maskapai-maskapai harusnya berterima kasih dengan adanya acara ini,” kata Tito.
Ia mengaku bahkan kesulitan memperoleh kendaraan sewaan karena tingginya permintaan selama pelaksanaan kegiatan. Tingkat hunian hotel juga disebut mencapai kapasitas penuh.
Baca Juga:
Namun, menurut Tito, nilai utama penyelenggaraan Dekranas bukan hanya pada dampak ekonominya, melainkan pada upaya mengangkat produk kerajinan Indonesia agar semakin dikenal di pasar dunia.
Ia menilai Indonesia memiliki keunggulan karena kekayaan budaya, keberagaman suku, serta sumber daya alam yang melahirkan berbagai produk kerajinan khas di setiap daerah.
“Indonesia adalah negara dengan kerajinan tangan paling beragam di dunia. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing karena kita memiliki begitu banyak suku, budaya, dan sumber daya alam yang berbeda-beda,” ujarnya.
Karena itu, Tito mendorong pemerintah daerah bersama Dekranas untuk terus memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan bahan baku lokal agar industri kerajinan Indonesia mampu menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berdaya saing di tingkat global.