Jelang 17 Agustus, Munafri Perkuat Tiga Pilar Jaga Kamtibmas di Makassar

Jumat, 14 Agustus 2026 08:07 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

02b56324-f8b9-46e0-9337-4493edf4a5bc.jpeg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meminta sinergi tiga pilar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan diperkuat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penguatan koordinasi antara pemerintah, TNI dan Polri dinilai penting untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan rangkaian pesta rakyat berlangsung aman, tertib dan kondusif.

“Koordinasi tiga pilar penting, ini menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat menyambut 17 Agustus,” kata Munafri saat menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda tentang Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kota Makassar, di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis (13/8/2026).

Rakor tersebut dihadiri Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Wakil Ketua II DPRD Makassar Anwar Faruq, Komandan Kodim 1408/Makassar, jajaran kepala SKPD serta seluruh camat se-Kota Makassar.

Munafri mengatakan, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akan diwarnai berbagai kegiatan masyarakat mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga lorong. Kegiatan seperti pesta rakyat, perlombaan, pertunjukan seni dan budaya hingga malam apresiasi berpotensi mengumpulkan warga dalam jumlah besar.

Baca Juga: 

Karena itu, seluruh unsur pemerintahan dan aparat keamanan diminta mempersiapkan langkah antisipasi sejak sebelum kegiatan berlangsung.

Selain keamanan, faktor kesehatan juga diminta menjadi perhatian. Munafri meminta Dinas Kesehatan dan instansi terkait menyiapkan pendampingan pada kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat.

“Kita berharap di setiap kegiatan itu harus ada pola pendampingan yang memadai dari instansi yang terkait, khususnya Dinas Kesehatan untuk tetap bisa standby menjaga keadaan dan kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Munafri juga meminta kewaspadaan terhadap potensi kebakaran ditingkatkan, terutama di tengah banyaknya aktivitas masyarakat selama momentum perayaan kemerdekaan.

Menurutnya, konsolidasi tiga pilar harus dilakukan secara rutin, baik di tingkat kelurahan, kecamatan maupun Forkopimda. Apel dan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memetakan potensi persoalan di masing-masing wilayah.

“Konsolidasi berkala, pelaksanaan apel tiga pilar hingga tingkat Tripika, kecamatan dan Forkopimda ini harus berjalan dengan baik, rutin dilaksanakan, untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan persoalan yang akan terjadi di wilayah,” jelasnya.

Koordinasi taktis antara Pemkot Makassar, Polrestabes Makassar dan Kodim 1408/Makassar juga diminta diperkuat untuk memastikan pengawasan keamanan menjangkau seluruh wilayah.

“Sinergi dengan Polrestabes dan Kodim 1408 untuk menjaga sel-sel keamanan kota ini harus dibangun lebih detail, lebih intens, sehingga pelaksanaannya memang melibatkan seluruh unsur,” katanya.

Munafri menekankan, langkah pencegahan harus diarahkan terhadap berbagai potensi gangguan, mulai dari konflik sosial, kejahatan jalanan, tawuran hingga gangguan yang melibatkan kelompok bermotor.

Ia ingin seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan benar-benar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, bukan justru memunculkan persoalan baru.

“Ini penting sekali, harus menjaga dan membangun mitigasi sehingga dalam rangka kegiatan kemerdekaan ini benar-benar menjadi pestanya rakyat, pesta masyarakat yang seluruh orang happy dan dijaga dengan baik,” ujarnya.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung sesuai koridor, Munafri berencana turun langsung bersama unsur Forkopimda meninjau sejumlah kegiatan di wilayah kecamatan. Camat dan lurah juga diminta memastikan setiap kegiatan mengedepankan nilai edukasi, norma dan budaya.

Ia mengingatkan agar kegiatan masyarakat tidak menjadikan kelompok atau individu tertentu sebagai objek hiburan yang berpotensi merendahkan martabat maupun memicu keresahan.

Penguatan pengawasan juga diminta dilakukan hingga tingkat lorong dengan mengaktifkan peran RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Munafri meminta seluruh unsur tersebut aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebelum, selama hingga setelah kegiatan berlangsung.

“Jadi, mengaktivasi solidaritas RT/RW, keterlibatan tokoh masyarakat dan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat lorong untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Program Jagai Anakta juga diminta dimaksimalkan sebagai bagian dari pencegahan kenakalan remaja. Munafri menegaskan, kegiatan perayaan kemerdekaan bukan tempat bagi kelompok tertentu untuk menunjukkan dominasi atau mencari siapa yang paling kuat.

“Ini kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, bukan ajang untuk mencari jagoan-jagoan yang ada di daerah masing-masing,” tegasnya.

Selain itu, sistem keamanan lingkungan atau Siskamling diminta kembali diaktifkan secara intensif di lorong-lorong.

“Pemberdayaan RT/RW ini sangat penting sebagai sektor sentral yang ada di wilayah paling kecil,” tuturnya.

“Saya harap ini punya peran yang kuat, peran yang baik untuk memastikan Siskamling secara intens di lorong-lorong untuk menciptakan deteksi dini serta keharmonisan sosial yang ada di wilayah,” sambung Appi.

Camat dan lurah juga diminta menjadi mediator apabila muncul gesekan antarpanitia maupun kelompok masyarakat. Menurut Munafri, persoalan teknis yang muncul dalam kegiatan masyarakat harus segera diselesaikan melalui komunikasi agar tidak berkembang menjadi konflik.

Dari sisi teknologi, Pemkot Makassar akan memaksimalkan infrastruktur pemantauan kota, termasuk CCTV dan layanan komunikasi darurat 112.

Munafri meminta seluruh perangkat tersebut dipastikan berfungsi optimal sehingga kondisi kota dapat dipantau dan laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap potensi kejahatan jalanan, termasuk begal, terutama di kawasan yang minim penerangan.

Camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan penerangan jalan di wilayah masing-masing memadai.

Sementara itu, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat diminta dioptimalkan untuk mendeteksi sekaligus meredam potensi konflik sosial sebelum berkembang.

Munafri menegaskan, seluruh rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat.

“Ini menjadi tanggung jawab wajib untuk kita semua untuk bisa menjaga, sehingga kegiatan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ini benar-benar menjadi pesta yang dilakukan oleh masyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat secara riang dan gembira,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan situasi kamtibmas di Kota Makassar dalam beberapa bulan terakhir relatif semakin kondusif.

Ia menyebut jumlah aksi unjuk rasa mulai mengalami penurunan. Kalaupun masih terdapat aksi, menurutnya sejauh ini tidak berkembang menjadi tindakan anarkis seperti pembakaran maupun penjarahan.

“Melihat kondisi, alhamdulillah dalam beberapa bulan terakhir, seperti yang Bapak Ibu rasakan sendiri, unjuk rasa sudah mulai berkurang,” kata Arya.

“Walaupun ada satu-dua, tidak ada yang bakar-bakaran dan tidak ada yang dijarah,” sambungnya.

Arya menilai kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, bukan semata-mata kinerja kepolisian.

Namun, menjelang 17 Agustus, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial yang berpotensi memicu keresahan.

Ia menyinggung kembali kerusuhan yang terjadi pada 25 hingga 29 Agustus tahun sebelumnya yang belakangan kembali disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: 

“Kita ingin 17 Agustus kali ini dan seterusnya tidak ada lagi orang-orang yang sifatnya anarkis, tidak ada lagi orang-orang yang melakukan kejahatan kriminalitas,” tegasnya.

Arya juga menyoroti potensi gangguan keamanan yang melibatkan kelompok bermotor, geng motor serta penggunaan panah busur.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Makassar. Karena itu, koordinasi juga dilakukan dengan kepolisian di daerah sekitar, termasuk Gowa, Takalar dan Maros.

“Kami sudah komunikasikan dengan beberapa Kapolres, Kapolres Gowa, Takalar dan juga Kapolres Maros untuk sama-sama mengantisipasi,” katanya.

Polrestabes Makassar juga menjalankan patroli gabungan yang disebut Patroli Trisula dengan melibatkan unsur Reserse, Intelijen dan Samapta.

Arya menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi tetap kondusif, khususnya menjelang momentum perayaan kemerdekaan.

Dengan penguatan tiga pilar, deteksi dini, pengawasan lingkungan hingga patroli aparat, Pemkot Makassar dan jajaran keamanan berharap seluruh rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat berlangsung aman dan menjadi pesta rakyat yang benar-benar dirasakan masyarakat. (****)