Ini Prediksi Tren HP di Tahun 2026, Harga HP Naik?

Kamis, 01 Januari 2026 12:00 WIB

Penulis:Isman Wahyudi

Editor:Isman Wahyudi

Ilustrasi iPhone Lipat yang diprediksi rilis 2026.
Ilustrasi iPhone Lipat yang diprediksi rilis 2026. (macrumors.com)

MAKASSARINSIGHT.com – HP kini telah menjadi perangkat yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan perubahan selera konsumen.

Menjelang lima tahun ke depan, memahami tren HP pada 2026 dan seterusnya menjadi hal penting untuk melihat bagaimana perangkat ini akan terus mengubah cara berkomunikasi, menikmati hiburan, dan meningkatkan produktivitas.

Dilansir dari Tech Times, beberapa tren penting dalam dunia ponsel pintar diperkirakan akan menjadi sorotan utama di tahun 2026. Salah satu yang paling signifikan adalah proliferasi dan penyempurnaan ponsel lipat.

Setelah adopsi awal, perkembangan ponsel lipat di masa depan menunjukkan bahwa perangkat ini akan menjadi lebih tahan lama, terjangkau, dan diterima secara luas oleh konsumen yang menginginkan ruang layar lebih besar tanpa mengorbankan portabilitas.

Baca Juga: 

Prediksi Tren HP di Tahun 2026

Berikut ini beberapa prediksi tren HP di 2026:

1. Harga HP Akan Naik

Pengiriman smartphone global diperkirakan akan menurun 2,1% pada tahun 2026 karena melonjaknya biaya komponen kemungkinan akan berdampak pada permintaan.

Menurut laporan terbaru Counterpoint Research berjudul Memory Solutions for GenAI, harga memori dapat naik lagi sebesar 40% hingga kuartal kedua tahun 2026, yang mengakibatkan biaya BoM (Bill of Materials) meningkat antara 8% hingga lebih dari 15% di atas tingkat yang sudah tinggi saat ini. 

Berdasarkan analisis dari laman Counterpoint pada bulan Desember 2025, harga jual rata-rata HP akan meningkat sebesar 6,9% pada tahun depan, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,9% yang dirilis pada September 2025.

Kenaikan tersebut dipicu oleh melonjaknya harga RAM dan DRAM di pasar global. Dampaknya, penjualan mengalami penurunan penjualan, kenaikan harga, dan meningkatnya biaya produksi.

2. RAM 4GB Menjadi Standar di HP Murah

Kelangkaan global chip RAM telah memicu kenaikan harga smartphone yang signifikan. Kelangkaan ini sebagian besar disebabkan oleh melonjaknya permintaan chip memori dalam aplikasi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Sektor-sektor ini memberikan margin keuntungan yang lebih tinggi, sehingga produsen chip memprioritaskan sektor ini daripada elektronik konsumen.

Pada 2025, HP dengan RAM 8-16 GB mendominasi pasar. Namun, tren tersebut diperkirakan akan berubah pada 2026, seiring kembalinya penggunaan RAM 4 GB, terutama pada ponsel kelas menengah dengan harga terjangkau.

Dilansir dari Gizmochina, penggunaan RAM 4 GB merupakan Langkah untuk menekan biaya, menyusul naiknya biaya produksi dan lonjakan harga RAM di pasar global. Meski demikian, RAM berkapasitas 8-16 GB tidak akan sepenuhnya ditinggalkan. Kapasitas tersebut masih akan hadir pada model tertentu, khususnya ponsel kelas atas atau lini flagship.

3. Baterai Jumbo Kian Marak

Baterai berkapasitas besar diperkirakan kembali menjadi tren di tahun 2026. Hal ini didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi baterai silicon carbon. Pada 2025, teknologi tersebut masih didominasi oleh ponsel-ponsel asal China.

Namun, memasuki 2026, merek besar seperti Apple dan Samsung diprediksi mulai mengadopsinya. Bahkan, ponsel dengan baterai jumbo berkapasitas hingga 8.300 mAh disebut akan meluncur pada 2026, dengan klaim daya tahan mencapai dua hari penggunaan.

4. Persaingan HP Lipat Semakin Ketat

Pasar ponsel pintar lipat diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan IDC memperkirakan peningkatan sebesar 30% dari tahun ke tahun (YoY) pada tahun 2026. Lonjakan ini menandai peningkatan signifikan dari prediksi sebelumnya sebesar 6%, didorong oleh peluncuran produk baru dari produsen besar.

Dilansir dari Qoo Media, Direktur Riset Senior di IDC Nabila Popal menyoroti, inovasi seperti Galaxy Z Trifold dari Samsung dan iPhone lipat terbaru dari Apple akan memainkan peran kunci. Menurutnya, peluncuran ini diposisikan untuk mendorong kategori ponsel lipat ke fase ekspansi baru.

iPhone lipat perdana Apple, yang diproyeksikan akan diluncurkan pada akhir tahun 2026, diperkirakan akan menjadi terobosan besar. IDC memprediksi perangkat ini akan menguasai lebih dari 22% penjualan unit dan 34% dari total nilai dalam segmen ponsel pintar lipat selama tahun pertamanya.

Wakil Presiden Perangkat Klien IDC Francisco Jeronimo mencatat keterlibatan Apple akan berfungsi sebagai katalis untuk mempercepat adopsi ponsel lipat secara luas. Ia memandang Apple sebagai kekuatan penting yang dapat membentuk kembali dinamika pasar dan mendorong penerimaan konsumen yang cepat.

Baca Juga: 

5. Slot MicoSD Akan Umum di Tahun 2026

Dilansir dari Gizchina, selama bertahun-tahun, slot kartu microSD diperlakukan seperti peninggalan masa lalu. Banyak produsen menghapusnya demi desain ponsel yang lebih tipis, sekaligus mendorong konsumen beralih ke penyimpanan internal berkapasitas lebih besar atau layanan cloud berbayar. Namun, krisis NAND besar yang diprediksi terjadi pada 2026 mengubah situasi tersebut.

Alih-alih membekali ponsel dengan kapasitas memori yang besar, sejumlah produsen lebih memilih memberikan slot microSD sebagai solusi. Bahkan, beredar pula rumor yang menyebutkan seri Galaxy S26 akan kembali dilengkapi dengan slot microSD.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 01 Jan 2026