Hadapi Krisis Air, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki, SPAM dan Doa

Sabtu, 05 September 2026 16:01 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

11c84536-852b-48bf-9ea9-8ddc6924c324.jpeg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Kota Makassar menempuh berbagai langkah untuk menghadapi kemarau panjang dan krisis air bersih. Selain mengerahkan armada tangki air dan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis sumur bor, Pemkot Makassar juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual melalui Salat Istisqa.

Sekitar 1.000 warga bersama jajaran Pemkot Makassar, tokoh agama, imam masjid, RT/RW, LPM hingga pekerja keagamaan mengikuti Salat Istisqa di Halaman Timur Masjid Al Markaz Al-Islami, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut hadir dalam pelaksanaan salat meminta hujan tersebut. Imam Besar Masjid Al Markaz Al-Islami Muammar Bakry bertindak sebagai khatib, sedangkan Salat Istisqa dipimpin Hasan Basri sebagai imam.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar Mohammad Syarief mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun setelah kemarau panjang melanda sejumlah wilayah.

Baca Juga: 

“Tujuan utama dari Salat Istisqa adalah memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di wilayah yang mengalami kemarau panjang, termasuk Makassar, kekeringan atau krisis air bersih,” kata Syarief.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemkot Makassar dengan pengurus Masjid Al Markaz Al-Islami. Seluruh elemen masyarakat diajak terlibat, termasuk pengurus masjid, RT/RW, LPM, imam masjid dan pekerja keagamaan.

“Kegiatan ini kami mengundang seluruh pengurus masjid, seluruh RT dan RW, LPM, termasuk seluruh imam masjid dan pekerja keagamaan,” tuturnya.

Syarief menegaskan, Salat Istisqa bukan berarti pemerintah hanya menunggu turunnya hujan. Langkah teknis untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat tetap dilakukan secara bersamaan.

Sebelumnya, Pemkot Makassar telah mengerahkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke sekitar 50 hingga 60 titik yang terdampak kekeringan setiap hari.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan SPAM berbasis sumur bor di sejumlah wilayah. Tahun ini, sekitar 18 SPAM disiapkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber air bersih.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pembangunan SPAM menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi persoalan air bersih yang tidak hanya bersifat sementara.

“Tahun ini Pemkot menghadirkan sekitar 18 SPAM di sejumlah titik untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber air. Ini akan terus bertambah,” kata Munafri.

Selain pembangunan SPAM, Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Makassar terus dikerahkan untuk mendistribusikan air kepada warga yang membutuhkan.

“Selain SPAM, ada Dinas Pemadam, Dinas BPBD yang turun setiap hari hampir 50 sampai 60 titik untuk mendistribusi kebutuhan air,” jelasnya.

Pemkot juga mengintervensi sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air di tingkat lingkungan.

Munafri mengatakan pemerintah juga menyiapkan tambahan mesin untuk mengoptimalkan sumber air yang masih dapat digunakan masyarakat.

“Apa yang kami lakukan, untuk secepatnya memberikan mesin baru karena cuma satu mesin jalan 24 jam untuk cover di RT/RW,” ujarnya.

Baca Juga: 

Sementara itu, Syarief berharap doa yang dipanjatkan melalui Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kemarau. Ia juga mengajak masyarakat melakukan introspeksi dan memperbanyak doa agar kondisi kekeringan segera berakhir.

“Melangitkan doa itu penting, untuk mengingatkan masyarakat Kota Makassar lainnya agar senantiasa mengharap pengampunan dari Allah SWT sehingga keberkahan turun di Makassar,” tuturnya.

Ia menegaskan, Salat Istisqa dapat kembali dilaksanakan apabila kemarau dan kekeringan masih berlanjut. Menurutnya, doa dan usaha harus berjalan beriringan dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Saya kira tidak jadi masalah diulang terus, namanya kita berusaha. Pastinya kita akan mengikuti jika ada rangkaian kegiatan Salat Istisqa lainnya,” katanya.

Dengan demikian, penanganan krisis air di Makassar dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus. Pemerintah bergerak memenuhi kebutuhan air masyarakat melalui distribusi tangki dan pembangunan SPAM, sementara masyarakat diajak memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa agar hujan segera turun. (****)