Senin, 14 September 2026 15:43 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Komisi B DPRD Kota Makassar mengapresiasi langkah Perumda Air Minum Kota Makassar dalam menjaga pemenuhan layanan air bersih di tengah kemarau panjang dan kondisi sumber air baku yang terbatas.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi B bersama jajaran direksi Perumda Air Minum Kota Makassar di Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (14/9/2026).
Rapat dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar H Ismail dan dihadiri Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum, Plt Direktur Keuangan serta jajaran direksi lainnya.
Dalam rapat tersebut, Komisi B meminta PDAM memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan di tengah kemarau panjang dan fenomena El Nino yang berdampak terhadap ketersediaan air baku.
Baca Juga:
Ketua Komisi B H Ismail mengatakan rapat digelar untuk mengetahui kesiapan PDAM sekaligus memastikan langkah antisipasi telah disiapkan menghadapi kondisi cuaca yang belum menunjukkan kepastian kapan berakhir.
“Alhamdulillah hari ini kita rapat kerja dengan salah satu mitra perusahaan daerah kami, yaitu PDAM. Terkait adanya El Nino yang berkepanjangan, bagaimana antisipasi Direksi dengan jajarannya untuk mengantisipasi El Nino yang kita tidak tahu sampai batas waktu kapan ini,” kata Ismail.
Menurutnya, persoalan air baku perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan distribusi air kepada pelanggan. Apalagi, belum ada kepastian mengenai waktu turunnya hujan yang dapat membantu memulihkan kondisi sumber air.
“Kalau kita lihat BMKG juga belum memastikan kapan turunnya hujan,” ujarnya.
Ismail juga menekankan pentingnya kecepatan respons PDAM terhadap keluhan pelanggan. Menurutnya, pelayanan tidak cukup hanya ditangani dari sisi manajemen, tetapi harus diperkuat dengan kehadiran petugas di lapangan.
Selain persoalan air baku, Komisi B turut menyoroti dampak pemadaman listrik terhadap distribusi air bersih. Gangguan listrik dapat menghentikan proses pemompaan dan membuat pemulihan aliran ke pelanggan membutuhkan waktu.
“Yang paling urgent ini terkait dengan adanya beberapa kali mati lampu. Mati lampu otomatis memengaruhi pemompaan. Jadi butuh waktu untuk memproses sampai pemenuhan air ke semua Makassar,” jelasnya.
Komisi B juga mendorong PDAM melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk memperkuat sumber daya manusia, khususnya tenaga teknis yang berhadapan langsung dengan persoalan pelayanan di lapangan.
“Pelayanan harus diperbaiki, total harus diperbaiki. Kemudian SDM perlu kita perbaiki. Seharusnya banyak yang teknis,” kata Ismail.
Di sisi lain, Ismail mengapresiasi inovasi PDAM menyiapkan armada pickup yang dilengkapi tandon air. Menurutnya, kendaraan tersebut dapat menjadi solusi untuk menjangkau permukiman yang sulit dimasuki mobil tangki berukuran besar.
“Saya merespons baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan PDAM hari ini. Terkait dengan mobil yang dipasangi tandon itu cukup baik,” ujarnya.
Menurut Ismail, penggunaan pickup bertandon memungkinkan distribusi air dilakukan lebih dekat ke rumah warga sehingga respons terhadap kebutuhan air dapat lebih cepat.
“Kalau mobil tangki yang mau dikasih penuh baru diantarkan, mereka kan lama. Nah, dengan tandon ini, misalnya beberapa rumah bisa dialiri di situ, alhamdulillah,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum mengatakan pihaknya telah memaparkan berbagai langkah yang disiapkan untuk menghadapi kemarau panjang.
“Pembahasan utama adalah bagaimana mengantisipasi kemarau yang panjang ini. Kami bersama kepala wilayah dipanggil oleh Komisi B untuk memberikan penjelasan bagaimana kesiapan PDAM mengantisipasi adanya kemarau panjang ini, termasuk El Nino,” kata Andi.
Andi mengatakan PDAM akan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki, termasuk armada mobil tangki dan pickup bertandon untuk mendukung distribusi air kepada masyarakat yang terdampak.
“Persiapan PDAM pertama akan memaksimalkan segala potensi yang ada, termasuk mobil tangki. Kita siapkan juga mobil yang menggunakan tandon,” ujarnya.
Baca Juga:
Dalam rapat tersebut, Andi juga menyampaikan adanya penutupan sementara pintu air selama tiga hari untuk kepentingan kegiatan irigasi. Kondisi tersebut berdampak terhadap operasional Intake Manggala yang sumber air bakunya berasal dari saluran tersebut.
“Kami meminta kepada masyarakat agar selama tiga hari ke depan sudah menampung air karena akan ditutup pintu air oleh kementerian selama tiga hari. Otomatis Intake Manggala tidak beroperasi selama tiga hari,” jelasnya.
Karena itu, PDAM mengimbau pelanggan yang terdampak untuk mengantisipasi kebutuhan air selama periode penghentian sementara operasional Intake Manggala.
Rapat tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara DPRD dan Perumda Air Minum untuk memastikan pelayanan dasar air bersih tetap terjaga di tengah tekanan kemarau panjang.
PDAM Makassar pun memastikan berbagai sumber daya dan armada distribusi akan terus dimaksimalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan selama kondisi sumber air baku belum kembali normal. (****)