Komunitas
Perhatikan Penyebab Utama Keracunan Makanan dan Cara Mengatasinya
MAKASSARINSIGHT.com — Keracunan makanan kembali menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja dan sering kali berawal dari hal yang dianggap sepele, seperti kebersihan makanan, cara penyimpanan, hingga proses pengolahan yang tidak tepat.
Gejala keracunan juga beragam, mulai dari mual-mual, muntah, sakit perut, dan masih banyak lagi.
Untuk menghindari terkena keracunan makanan, kita harus mengetahui apa saja penyebab utamanya, seperti berikut ini yang telah dirangkum dari Mayo Clinic.
Baca Juga:
- Masjid Terapung Pantai Merpati Dibangun, Pemprov Sulsel Kucurkan Rp8 Miliar
- Antrean BBM Makassar Belum Usai, Appi Minta Pertamina Maksimalkan SPBU
- Gaji Naik tapi Sulit Nabung? Kenali Lifestyle Inflation
Penyebab Keracunan Makanan

Ada beberapa jenis kuman atau zat berbahaya yang disebut sebagai kontaminan yang dapat memicu atau menyebabkan keracunan makanan. Makanan atau minuman yang mengandung kontaminan ini disebut telah terkontaminasi.
Makanan bisa terkontaminasi oleh berbagai hal, seperti:
- Bakteri
- Virus
- Parasit yang hidup di dalam usus
- Bahan kimia berbahaya atau racun
- Bakteri yang membawa atau menghasilkan racun
- Jamur yang bisa memproduksi racun.
Penyebab Makanan Bisa Terkontaminasi

Kontaminasi makanan bisa terjadi kapan saja, mulai dari saat makanan ditanam, dipanen atau ditangkap, diproses, disimpan, dikirim, hingga dimasak.
Pihak yang menangani makanan juga bisa menyebabkan makanan terkontaminasi. Beberapa penyebabnya antara lain sebagai berikut.
Tidak Mencuci Tangan dengan Baik
Ketika tangan orang yang menangani makanan kotor, ada sisa kotoran setelah menggunakan toilet yang menempel di tangan, hal ini bisa mencemari makanan.
Kontaminan juga dapat berpindah dari tangan ke makanan saat makanan dibuat atau disajikan.
Tidak Membersihkan Area Memasak atau Makan
Pisau, talenan, dan peralatan dapur lain yang tidak dicuci dengan baik dapat menyebarkan kontaminan.
Penyimpanan Makanan yang Tidak Tepat
Makanan yang terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang bisa terkontaminasi yang akhirnya menimbulkan keracunan makanan.
Selain itu, makanan yang terlalu lama disimpan di kulkas juga dapat rusak. Hal serupa dapat terjadi jika suhu kulkas atau freezer terlalu hangat.
Gejala Keracunan Makanan

Kamu harus waspada saat muncul gejala berikut usai mengonsumsi makanan.
- Mual atau muntah.
- Diare.
- Sakit perut.
- Demam tinggi.
- Tubuh terasa tidak enak atau kurang sehat secara umum.
Seperti yang dilansir dari NHS gejala keracunan makanan bisa mulai muncul dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang menyebabkan infeksi.
Namun, pada beberapa kasus, gejala baru muncul beberapa minggu kemudian.
Baca Juga:
- Pemprov Sulsel Perbaiki Jalan Ujung Lamuru-Palattae, Warga Bone Menangis Haru
- Resmikan Masjid Baitul Aqsha, Wali Kota Makassar Dorong Masjid yang Ramah Anak
- Temui Wali Kota Munafri, Perumda Parkir Siapkan Building Parkir di Makassar
Cara Mengatasi Keracunan Makanan di Rumah

Berikut beberapa cara menangani keracunan makanan di rumah, seperti yang dirangkum dari NHS.
- Tetap di rumah dan banyak beristirahat.
- Sering minum air putih atau minuman yang diencerkan. Jika merasa mual, minumlah sedikit demi sedikit tetapi lebih sering.
- Tetap berikan ASI atau susu botol kepada bayi. Jika bayi muntah, coba berikan dalam jumlah sedikit tetapi lebih sering dari biasanya.
- Untuk bayi yang minum susu formula atau sudah mengonsumsi makanan padat, berikan sedikit air putih di antara waktu makan atau minum susu.
- Tetap konsumsi makanan ketika sudah merasa mampu. Namun, sebaiknya hindari makanan yang terlalu berlemak atau pedas untuk sementara waktu.
- Jika masih merasa merasa tidak nyaman atau nyeri, kamu dapat mengonsumsi paracetamol. Pastikan membaca petunjuk penggunaan sebelum memberikan obat tersebut kepada anak.
- Jangan minum jus buah atau minuman bersoda karena dapat memperparah diare.
- Jangan mengencerkan susu formula bayi dengan menambahkan lebih banyak air. Gunakan takaran dan konsentrasi seperti biasa.
- Hindari memberikan obat untuk menghentikan diare kepada anak berusia di bawah 12 tahun.
- Jangan memberikan aspirin kepada anak berusia di bawah 16 tahun.
Itu tadi penjelasan soal penyebab utama keracunan makanan serta cara menanganinya.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Justina Nur Landhiani pada 09 Sep 2026
