Bank Sulselbar Pertahankan Rating A+, Modal dan Likuiditas Solid

Senin, 08 Juni 2026 20:52 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

Bank Sulselbar
Bank Sulselbar

MAKASSARINSIGHT.com — PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) kembali mempertahankan peringkat idA+ dengan prospek (outlook) Stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 2 Juni 2026 hingga 1 Juni 2027.

Selain itu, PEFINDO juga menegaskan peringkat idA+ atas Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2021 Seri B yang diterbitkan Bank Sulselbar.

Penegasan peringkat tersebut mencerminkan keyakinan PEFINDO terhadap fundamental bisnis Bank Sulselbar yang dinilai tetap kuat. Hal itu ditopang oleh posisi pasar yang solid di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, tingkat permodalan yang tinggi, serta profil likuiditas yang terjaga dengan baik.

Direktur Utama Bank Sulselbar, Yulis Suwandi, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja, tata kelola perusahaan, dan pengelolaan risiko secara prudent.

Baca Juga: 

“Peringkat idA+ dengan outlook Stabil ini merupakan pengakuan atas komitmen Bank Sulselbar dalam memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Yulis.

Menurutnya, Bank Sulselbar akan terus mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan guna memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Kinerja keuangan Bank Sulselbar hingga Maret 2026 menunjukkan tren yang positif. Perseroan membukukan total aset sebesar Rp32,62 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp5,43 triliun.

Di sisi intermediasi, total kredit bruto tercatat sebesar Rp23,30 triliun. Sementara rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level 30,3 persen, mencerminkan kondisi permodalan yang sangat kuat.

Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 3,1 persen. Adapun berdasarkan laporan keuangan unaudited per 31 Maret 2026, Bank Sulselbar berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp154,7 miliar.

Dalam laporan pemeringkatannya, PEFINDO menyebut peringkat Bank Sulselbar didukung oleh captive market yang kuat di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, permodalan yang sangat kuat, serta likuiditas yang memadai.

Meski demikian, lembaga pemeringkat tersebut juga mencatat adanya tantangan berupa tekanan pada kualitas aset dan tingkat profitabilitas yang masih berada pada level moderat.

Baca Juga: 

Ke depan, Bank Sulselbar berkomitmen melanjutkan transformasi bisnis melalui penguatan kualitas aset, perluasan sumber pendanaan, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan layanan yang lebih inovatif.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi Bank Sulselbar terhadap pembangunan ekonomi regional di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sulselbar terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (****)