Aliyah Hadiri Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur’an di Masjid Istiqlal

Minggu, 23 Agustus 2026 20:56 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

79cfb633-1590-44d1-aca3-3db5dc2591f0.jpeg
Muktamar Wahdah Islamiyah. (IST)

MAKASSARINSIGHT.com, JAKARTA – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menghadiri pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur’an atau guru ngaji yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar Nasional dan pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah” dan menjadi bagian dari komitmen Wahdah Islamiyah memperkuat pendidikan serta dakwah Al-Qur’an di Indonesia.

Pengukuhan diawali Tabligh Akbar Nasional, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, laporan Ketua Panitia Muktamar V Wahdah Islamiyah H. Tamsil Linrung, serta sambutan Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A.

Acara kemudian diisi sambutan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Prosesi pengukuhan 10.000 guru ngaji dilakukan Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., sekaligus membuka rangkaian Muktamar V Wahdah Islamiyah.

Baca Juga: 

Dalam kesempatan itu, Aliyah turut memberikan dukungan terhadap gerakan pendidikan Al-Qur’an dengan menyumbangkan sejumlah Al-Qur’an untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan dakwah di tengah masyarakat.

Aliyah menilai penguatan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya penting untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, para guru ngaji memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi. Karena itu, penguatan akses serta kualitas pendidikan Al-Qur’an perlu terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak.

Kehadiran Aliyah dalam agenda tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap penguatan pendidikan keagamaan, dakwah, dan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak.

Baca Juga: 

Sementara itu, Muktamar V Wahdah Islamiyah menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat kontribusi di bidang dakwah, pendidikan, sosial, serta pembangunan bangsa melalui semangat persatuan dan kolaborasi. (****)