YTI Racing Team 2026 Siap Tampil di Kompetisi Downhill Bergengsi Tanah Air

YTI Racing Team 2026 Bidik Podium di Seri Pertama 76 IDH Yogyakarta (YTI)

JAKARTA – Yeti Tribe Indonesia Racing Team (YTI-RT), tim balap sepeda downhill yang dibentuk komunitas sepeda Yeti Tribe Indonesia (YTI), bakal kembali hadir meramaikan event downhill Tanah Air di tahun 2026 dengan mengirimkan tim terbaik untuk mengikuti seri pertama 76 Indonesia Downhill 2026 (76 IDH 2026) di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta 22-24 Mei 2026. YTI-RT dengan formasi Pembalap 2026, berharap pembalap-pembalapnya mampu tampil hebat dan meraih podium tertinggi. 

“Kami akan tampil di beberapa kelas mulai dari kelas youth, kelas elite hingga kelas master. Event 76 IDH 2026 ini merupakan salah satu kompetisi downhill dengan kasta tertinggi di Indonesia, sehingga kompetisi akan sangat ketat,” ujar Suhartono Nuriswan, Direktur YTI Racing Team (YTI RT) di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Yeti Tribe Indonesia (YTI), akan kembali hadir meramaikan event downhill tanah air di tahun 2026 dengan mengirimkan tim terbaik untuk mengikuti seri pertama 76 Indonesia Downhill 2026 (76 IDH 2026) di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta 22-24 Mei 2026

Tim YTI RT yang akan berlaga di Bukit Hijau Park adalah Yosi Saputro (men elite), Tsuraya Azwa Pambudi (women elite), M.H Kamil Abdussalam (men youth) dan Maliq Pattu Putra Arung (men youth). Sementara pembalap-pembalap kelas master yang akan tampil adalah Priyo Susanto, Jimmy Eric, dan Ical Hard.

Sejumlah nama besar menjadi sponsor YTI RT seperti: Lion Air Group, Vepro Nusa Persada (Distributor Siemens), Raisan Energi  Indonesia, Citra Multi Energi, Sinar Mas Land, Velo Cycle BSD, PVR Industri, Casa Plant, dan JPM Bike Park.

“Dukungan Tribes (sebutan komunitas YTI) dan para sponsor merupakan tanggungjawab yang harus kami perjuangkan menjadi prestasi. Mohon doanya,” tegas Suhartono. 

Event Director 76 IDH, Aditya Nugraha mengatakan, dibandingkan tahun sebelumnya, ada beberapa inovasi yang akan dihadirkan pihak penyelenggara, termasuk dari sisi trek. Dia menyebut, ragam inovasi ini dilakukan demi menjaga konsistensi serta standar kualitas teknis kompetisi. Setiap pembalap dituntut untuk berani mengambil risiko lebih besar jika ingin menjadi yang terbaik musim ini.

Di 76 IDH 2026 akan ada perkembangan dari sisi trek, jadi pembalap dituntut untuk berani mengambil risiko lebih besar jika ingin menjadi yang terbaik musim ini.

“Tahun ini lintasan lebih panjang, minimal 1.600 meter, berbanding tahun lalu yang hanya minimal 1.250 meter. Kecuramannya juga bertambah sehingga lebih high speed dan less pedaling track. Jadi kecepatannya secara average akan lebih tinggi dibanding tahun lalu,” ujar Aditya dalam keterangannya.

Aditya menjelaskan dipilihnya trek baru yang berada di Bantul itu didasarkan pada bentang alam dan karakteristik medan yang menawarkan tantangan baru yang autentik dan lebih menantang.

“Bukit Hijau Bike Park sebagai tempat perhelatan seri pertama 76 IDH 2026 diantaranya karena memiliki karakter lintasan lebih curam, obstacle lebih natural, dan tanah kering berkerikil yang licin,” beber Aditya.

76 IDH 2026 ini total akan bergulir sebanyak tiga seri. Untuk seri perdana akan dihelat di Bukit Hijau Park, Yogyakarta pada 22-24 Mei. Seri kedua akan digelar di Ternadi Bike Park, Kudus, 21-23 Agustus. Untuk seri ketiga sekaligus seri terakhir, akan dihelat di Arjuno Bike Park, Pasuruan, 16-18 Oktober. 

Pada 76 IDH 2026 terdiri dari 10 kelas. Adapun tiga kelas prestasi (Men Elite, Women Elite, dan Junior) kembali jadi fokus utama dengan label internasional bersertifikasi UCI C1.

Tulisan ini telah tayang di halojatim.com oleh Redaksi pada 18 Mei 2026  

Editor: Redaksi Daerah
Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories