Makassar Kini
Tim Kesehatan Pemprov Sulsel Sudah Layani 315 Pasien Pascagempa di Manggarai NTT
MAKASSARINSIGHT.com — Tim kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melayani 315 pasien dalam misi kemanusiaan pascagempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan Kamis (3/9/2026), sebagai bagian dari respons terhadap gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026.
Dukungan medis tetap dibutuhkan karena aktivitas gempa susulan masih terjadi hingga Jumat (4/9/2026). Pemerintah Provinsi NTT bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memperpanjang status tanggap darurat gempa Flores hingga 12 September 2026.
Tim kesehatan Sulsel dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dr. Evi Mustikawati Arifin. Berdasarkan koordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, tim dibagi untuk memberikan pelayanan di dua lokasi, yakni Rumah Sakit Lapangan dan wilayah kerja Puskesmas Ketang, khususnya Desa Nati.
Pembagian tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang berada di tingkat desa.
“Pembagian tim dilakukan untuk menyesuaikan dukungan tenaga kesehatan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan. Dengan pola tersebut, dukungan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas pelayanan, tetapi juga menjangkau masyarakat di tingkat desa,” kata Evi, Jumat (4/9/2026).
Di Rumah Sakit Lapangan, tim Sulsel diperkuat empat dokter spesialis, masing-masing spesialis penyakit dalam, paru, anak dan bedah. Mereka didukung tenaga perawat, farmasi, anestesi serta tenaga kesehatan lainnya.
Sebanyak 209 pasien mendapatkan pelayanan spesialistik. Tim juga melakukan sejumlah tindakan operatif dan prosedur medis sesuai kebutuhan pasien.
Tindakan tersebut antara lain tiga operasi sesar, satu kuretase, penanganan patah tulang lengan atas, trauma dada hingga penanganan luka akut.
Sementara itu, tim yang ditugaskan ke Desa Nati terdiri atas satu dokter dan dua perawat dengan dukungan tenaga kesehatan Puskesmas Ketang.
Pelayanan di desa tersebut meliputi pemeriksaan dan konsultasi dokter, penanganan sesuai kondisi pasien serta pemberian obat secara gratis.
Dalam pelayanan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 17.56 WITA, sebanyak 106 pasien diperiksa.
Keluhan yang paling banyak ditemukan antara lain nyeri pinggang sebanyak 29 kasus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 20 kasus, myalgia 18 kasus, hipertensi 11 kasus dan dispepsia 10 kasus.
Tim juga menemukan sejumlah pasien yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, di antaranya suspek BPH, stroke, suspek bronkopneumonia dan suspek batu saluran kemih.
“Kasus-kasus tersebut ditindaklanjuti atau dirujuk sesuai kebutuhan medis,” jelas Evi.
Jika digabungkan dari dua lokasi pelayanan, total 315 pasien mendapatkan layanan kesehatan dari tim Pemprov Sulsel.
Pelayanan tersebut juga menjangkau warga lanjut usia. Sejumlah warga bahkan telah mengantre sejak pagi untuk mendapatkan pemeriksaan dari tim kesehatan.
Kehadiran tenaga medis Sulsel hingga tingkat desa menjadi bagian dari respons kesehatan pascagempa sekaligus upaya memperluas akses layanan bagi masyarakat terdampak.
Pemprov Sulsel menyatakan dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat. Tim tidak hanya memperkuat pelayanan di Rumah Sakit Lapangan, tetapi juga turun langsung ke komunitas yang membutuhkan.
Misi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemprov Sulsel, atas arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, dalam membantu penanganan kesehatan masyarakat pascagempa melalui kolaborasi lintas daerah. (****)
