Suporter PSM Makassar Mulai Gerah ke Manajemen, Lamban Persiapan

Komunitas Makassar 18 Sep 2020, By Saharuddin
Suporter PSM Makassar Mulai Gerah ke Manajemen, Lamban Persiapan (Munafri Arifuddin / IST)

Suporter PSM Makassar mulai gerah dengan langkah manejemen Tim Juku Eja, yang terkesan lamban mempersiapkan skuad dalam menghadapi lanjutan Shopee Liga 1 2020 pada awal Oktober mendatang. Sampai saat ini, PSM menjadi satu-satunya tim yang belum menggelar latihan bersama.

Apalagi, kondisi tersebut dibarengi dengan munculnya berbagai rumor terkait rencana sejumlah pemain pilar yang ingin hengkang ke klub lain. Kabar terbaru, kapten PSM, Wiljan Pluim, dirumorkan bakal berlabuh ke Persija Jakarta mengikuti jejak rekan senegaranya Marc Klok.

Begitu pun dengan striker asal Brasil,Giancarlo Rodriquez, yang belum memastikan kapan bisa kembali ke Makassar. Menariknya, kedua pemain ini sudah menghapus nama PSM di bio instagram masing-masing sejak pekan lalu. Manajemen PSM lewat Sulaiman Karim, media officer, mengungkapkan alasan skuat Tim Juku Eja belum juga mengumpulkan pemain untuk latihan bersama.

"Kami terkendala lapangan untuk berlatih di Makassar. Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, kondisinya tak terawat lagi karena akan di renovasi. Sedang Stadion Kalegowa yang jadi alternatif ternyata pembangunannya belum sepenuhnya rampung," ujar Sulaiman kepada Bola.com beberapa waktu lalu. Pernyataan Sulaiman ditanggapi dingin pentolan suporter PSM, Andi Coklat.

Menurut eks jenderal lapangan The Macz Man ini, sebagai klub papan atas yang ditopang oleh Bosowa Grup, faktor lapangan terlalu sumir untuk dijadikan alasan. Karena klub lain seperti Barito Putera dan Persipura Jayapura sudah melakukan persiapan diluar markas mereka. "Barito sudah latihan di Yogyakarta yang nanti akan jadi markas mereka pada lanjutan Liga 1 2020. Begitu pun dengan Persipura yang sudah berada di Batu, Malang," tegas Coklat, dilansir dari Bola, Jumata (18/9/2020).

"Terus terang, sebagai orang luar manajemen, saya menilai PSM memang tidak serius menghadapi lanjutan Liga 1 2020. Dengan kata lain, Juku Eja hanya sekadar menjalankan kewajiban sebagai peserta. Apalagi musim ini tidak ada degradasi dan AFC Cup 2020 juga dibatalkan," lanjutnya.

undefined

Patrialis Muhammad