Segera Diterbitkan, Begini Kabar Terbaru Rupiah Digital

Ilustrasi rupiah digital. (Freepik)

MAKASSARINSIGHT.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengumumkan bahwa pelaksanaan penerbitan Rupiah Digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) akan segera diwujudkan. 

Menurut rencana yang telah disusun dalam roadmap BI, tahap awal penerbitan ini dijadwalkan dimulai pada tahun ini. Saat ini, BI sedang melakukan uji konsep atau proof of concept untuk mengembangkan teknologi penopang Rupiah Digital.

Dalam acara Mandiri Investment Forum 2024 di Jakarta, Perry menjelaskan bahwa proses ini sedang memasuki tahap finalisasi proof of concept, yang merupakan langkah awal dalam pengembangan Rupiah Digital. Pihak BI masih dalam proses pemilihan teknologi yang akan digunakan untuk mendukung implementasi ini.

Baca Juga: 

Kami masih memilih teknologi yang akan dipakai," kata Perry dalam Mandiri Investment Forum 2024 yang ditayangkan secara virtual, dikutip Rabu, 6 Maret 2024. 

Selanjutnya, penerbitan Rupiah Digital akan dilaksanakan melalui bank dan non-bank terpilih yang disebut sebagai 'wholesaler' dan 'retailer'. BI juga berencana membangun Khazanah Digital Rupiah sebagai platform pendistribusiannya.

Dikatakan oleh Perry, pihaknya masih memilih wholesale perbankan yang terbesar. Melalui tahap ini, BI akan mendistribusikan rupiah digital dan memberikan perizinan kepada para pelaku usaha terbesar untuk masuk ke ritel dengan open account atau aset digital lainnya.

Pengenalan Rupiah Digital ini sebagai mata uang digital resmi Indonesia menandai langkah signifikan dalam transformasi ekonomi digital di negara ini. 

Dengan adanya CBDC, diharapkan transaksi keuangan dapat lebih efisien dan transparan. Selain itu, langkah ini juga diambil sebagai respons terhadap perkembangan teknologi finansial global.

Pada tahap awal, BI fokus pada uji coba konsep untuk memastikan bahwa implementasi Rupiah Digital dapat berjalan dengan lancar. Pemilihan teknologi yang tepat menjadi salah satu aspek krusial dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan ini.

Implikasi Rupiah Digital pada Sistem Pembayaran, Stabilitas Sistem Keuangan, dan Moneter

 Menurut Laporan Hasil Konsultasi Publik Rupiah Digital atau Proyek Garuda, implikasi rupiah digital pada sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, dan moneter adalah salah satu aspek yang disoroti.

Dikutip dari laporan berjudul Laporan Konsultasi Publik Proyek Garuda: Wholesale Rupiah Digital Cash Ledger, berikut ini beberapa implikasi yang dimaksud.

1. Efisiensi Sistem Pembayaran

Implementasi w-Rupiah Digital diyakini akan mengubah peran Infrastruktur Pasar Keuangan (IPK) dengan memperkuat efisiensi sistem pembayaran. 

Sentralisasi Surat Berharga diperkirakan akan mengalami penurunan peran akibat tokenisasi surat berharga, yang berdampak positif pada efisiensi melalui penurunan biaya dan peningkatan kecepatan transaksi. 

Sementara itu, operasionalisasi 24/7 diharapkan dapat memfasilitasi setelmen real-time dengan tingkat kepastian yang tinggi dan mengurangi human error.

2. Optimalisasi Nilai Tambah

Kepatuhan pada regulasi serta keberagaman penggunaan w-Rupiah Digital juga dianggap dapat memberikan nilai tambah yang lebih optimal 

Beberapa aspek yang mencakup keamanan dan perlindungan data, keandalan infrastruktur, kolaborasi, dan pertukaran informasi, serta ketersediaan sistem pemantauan dan evaluasi risiko menjadi fokus dalam mengoptimalkan nilai tambah tersebut. 

Penggunaan Rupiah Digital dalam berbagai skenario seperti obligasi sekuritas, implementasi Payment versus Payment (PvP) dan Delivery versus Payment (DvP), serta aplikasi pada instrumen Pasar Uang Antar Bank (PUAB) diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi ini.

Baca Juga: 

3. Dampak Positif pada Pendalaman Pasar Keuangan

Rupiah Digital diantisipasi memberikan dampak positif terhadap pendalaman pasar keuangan. Operasionalisasi Rupiah Digital 24/7 diharapkan dapat mempermudah pemenuhan kebutuhan likuiditas harian perbankan. 

Inovasi produk seperti asuransi digital dan pembiayaan berbasis aset digital juga diyakini akan terstimulasi seiring dengan berkembangnya ekosistem digital ini.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Idham Nur Indrajaya pada 06 Mar 2024 

Editor: Isman Wahyudi
Isman Wahyudi

Isman Wahyudi

Lihat semua artikel

Related Stories