Rudiantara Terancam Batal Jadi Dirut PLN

Ekonomi Bisnis 17 Des 2019, By Wahyudatun Nisa
Rudiantara Terancam Batal Jadi Dirut PLN (Suara.com)

Jakarta – Kursi Direktur Utama (Dirut) PLN masih panas. Sebelumnya yang disebut-sebut bakal jadi Dirut PLN, Rudiantara, dikabarkan batal menjadi penguasa di pabrik setrum tersebut.

"Kemungkinan (penunjukan Rudiantara jadi Dirut PLN) batal. Istana tidak sependapat. Dia (Rudiantara) terlalu banyak manuver," ujar sumber di lingkaran Istana Presiden Joko Widodo, Senin (16/12).

Sejak muncul sebagai salah satu kandidat Dirut PLN, sejumlah dukungan memang mengalir ke Rudiantara. Tak kurang dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menilai, penunjukan Rudiantara sudah tepat. Luhut bilang, Rudiantara memiliki kemampuan untuk menempati posisi pucuk pimpinan PLN.

"Pak Rudiantara kan orang paten," ujar Luhut di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).

Luhut mantan bos Toba Bara, salah satu perusahaan batubara terbesar di Indonesia, memang cukup dekat dengan Rudiantara sejak di Kabinet Kerja periode 2014-2019. Rudiantara sebelumnya pernah menjadi Menteri Kominfo. Pria yang akrab dipanggil Chief RA ini juga pernah menjadi wakil direktur utama di PLN.

Dukungan terhadap Rudiantara memimpin PLN sejatinya juga muncul dari Kementerian BUMN.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, ada 3 nama yang diusulkan dan diseleksi oleh Tim Penilai Akhir (TPA). Dua di antaranya adalah Rudiantara dan Sripeni Inten Cahyani. Sripeni kini menjabat sebagai Plt Dirut PLN.

"Satu lagi bukan internal, yang terbaik ya dengan kondisi sekarang Pak Rudiantara," ujar Arya, di Kementerian, Senin (9/12).

Lebih lanjut Arya bilang Rudiantara sudah sesuai dengan TPA, menteri teknis, menteri BUMN. "Pak Jokowi sudah putuskan, tinggal RUPS saja," jelasnya.

Meskipun dukungan mengalir dari sejumlah pejabat pemerintahan, kursi panas PLN satu ternyata belum cukup dekat dalam jangkauan Chief RA. Fait accompli terhadap penetapan kursi 1 PLN rupanya membuat istana Presiden gerah.

"Istana tidak suka calon direksi PLN kebanyakan manuver. Kemungkinan dirut PLN bukan Rudiantara," tutup si pembawa kabar dari istana tadi.

Benarkah? RUPS PLN sendiri baru akan berlangsung Januari nanti. Kita tunggu faktanya.

undefined

ayunisa