Platform Digital Dinilai Ikut Tingkatkan Literasi Keuangan di Sulsel

Ekonomi Bisnis 17 Okt 2020, By Saharuddin
Platform Digital Dinilai Ikut Tingkatkan Literasi Keuangan di Sulsel (Ilustrasi)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia IBI) Provinsi Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso mengatakan hadirnya sejumlah platform digital dalam sistem pembayaran telah mendorong peningkatan literasi keuangan di Sulsel.

"Adanya platform digital mendorong Sulsel mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangannya dari tahun ke tahun, hal ini dibuktikan dari hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) " kata dia di Makassar, dilansir Sabtu (17/10/2020).

Berdasarkan data SNLIK itu diketahui pada 2019, tingkat literasi keuangan di Sulsel telah mencapai 32,42 persen. Angka tersebut terus merangkak naik setiap tahunnya.

Hal itu tergambar pada 2013, tingkat literasi keuangan di Sulsel di angka 14,36 persen lalu naik menjadi 28,36 persen pada 2016.

Kondisi serupa juga terlihat di tingkat inklusi keuangan Sulsel. Pada posisi 2013 hanya mencapai 52,5 persen, kemudian menjadi 68 persen pada 2016, dan pada 2019 kembali menunjukkan peningkatan positif yakni mencapai 86,91 persen.

Angka tersebut bahkan melampaui target inklusi keuangan sebesar 75 persen serta melampaui pencapaian inklusi keuangan secara nasional yang hanya berada di angka 76,19 persen.

Dari data tersebut, indeks literasi keuangan di pedesaan sedikit lebih rendah yakni 26,32 persen dibanding daerah perkotaan yang mencapai 38,54 persen.

Tren serupa juga terjadi di indeks inklusi keuangan yakni khusus di perkotaan mencapai 93,8 persen sedangkan di pedesaan mencapai 80 persen.

VP Regional Strategi Gojek Indonesia Bagian Timur Anandita Danaatmadja mengatakan adanya platform digital yang dikembangkan perusahaan layanan jasa daring ini, telah membantu sekitar 90 persen mitra usaha Gojek, khususnya yang bergerak di sektor UMKM.

Sebelum pandemi, lanjut dia, dengan metode perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), total nilai produksi yang terjadi di ekosistem Gojek selama 2019 di Kota Makassar mencapai Rp 4,8 triliun atau menggerakkan tiga persen PDRB Kota Makassar pada periode tersebut.

undefined

Patrialis Muhammad