Makassar Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Diterapkan Kalau Sudah Zona Kuning

Makassar Kini 14 Agt 2020, By Saharuddin
Makassar Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Diterapkan Kalau Sudah Zona Kuning (Ilustrasi)

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mengkaji skema pembelajaran tatap muka untuk jenjang pendidikan SD dan SMP. Meski begitu, pemerintah kota tidak ingin terburu-buru membuka aktivitas pembelajaran di sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amelia Malik mengatakan pembelajaran tatap muka hanya dibolehkan untuk wilayah zona hijau dan zona kuning. Tidak dengan Makassar yang masih berstatus zona merah.

"Kita kan masih zona merah, jadi belajar tatap muka di sekolah belum. Walaupun memang ada dilaksanakan tapi satu guru satu anak, itu pun di pulau," kata Amelia, dilansir Jumat (14/8/2020).

Kendati demikian, Amelia mengaku telah menyusun skema pembelajaran tatap muka di sekolah. Itu pun baru akam diterapkan jika Kota Makassar sudah berstatus zona kuning. Dia menyebutkan ada beberapa skema pembelajaran tatap muka yang disiapkan jika belajar di sekolah sudah dibolehkan.

Untuk jenjang pendidikan SMP diberlakukan sistem sift dengan jam belajar dibatasi hanya empat jam. Semisal, siswa kelas tujuh masuk hari Senin, kelas delapan Selasa, dan kelas sembilan Rabu. Begitu seterusnya. "Kalau SD, kelas 1-2 masuk Senin, kelas 3-4 Selasa, kelas 5-6 Rabu, dan begitu seterusnya. Untuk kelas 1 dan dua itu belajar selama 2 jam per hari, dan lainnya itu 3 jam per hari," jelasnya.

Hanya saja, jadwal belajar itu masih dalam tahapan konsep. Jika mendapat persetujuan untuk belaja tatap muka diberlakukan maka akan ditindaklanjuti melalui surat edaran atau Surat Keputusan (SK) Wali Kota. "Kita akan koordinasi dulu dengan pimpinan kalau sudah bisa tatap muka. Apakah surat edaran atau SK untuk mengatur teknisnya nanti," ucapnya.

Pj Wali Kota Makassar, Rudi Djamaluddin mengatakan sistem pembelajaran daring masih dibutuhkan. Kota Makassar masih berstatus zona merah belum memenuhi kriteria belajar tatap muka.

Ia tidak ingin segera membuka pembelajaran tatap muka mengingat siswa SD dan SMP dinilai rawan terpapar virus. "Kita masih mengkaji dan mendalami sambil melihat proses pengedalian covid. Kita lihat dulu perjalanannya, jangan kita terlalu cepat," tuturnya.

undefined

Patrialis Muhammad