Ekonomi & Bisnis
HUT ke-65, Bank Sulselbar Perkuat Syariah dan UMKM Daerah
MAKASSARINSIGHT.com — PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Bank Sulselbar) menandai usia ke-65 tahun dengan menegaskan komitmen memperkuat peran perbankan syariah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi perekonomian daerah. Momentum hari jadi ini menjadi refleksi perjalanan panjang Bank Sulselbar yang dibangun atas kepercayaan, kebersamaan, serta dedikasi melayani masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Dalam unggahan resmi di akun Instagram @banksulselbar.official, Bank Sulselbar menyampaikan bahwa selama 65 tahun perjalanannya, perseroan terus melangkah dengan prinsip syariah sebagai fondasi utama dalam memperkuat ekonomi daerah. Fokus pengembangan diarahkan pada pembiayaan berkelanjutan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kualitas layanan yang mudah, aman, dan relevan di era digital.
Bank Sulselbar menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui pembiayaan syariah dan pendampingan usaha, Bank Sulselbar berupaya mendorong pelaku UMKM agar naik kelas, memperluas akses permodalan, dan meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan peran bank daerah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain penguatan pembiayaan, Bank Sulselbar juga terus membenahi tata kelola perusahaan agar tetap amanah, transparan, dan profesional. Prinsip good corporate governance menjadi pijakan dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Dengan semangat Pertumbuhan Syariah Inklusif, Bank Sulselbar menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi hari ini sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih baik. Perayaan HUT ke-65 ini mengusung semangat “Bertumbuh, Bersinergi, dan Bersyariah”, sebagai penegasan arah transformasi Bank Sulselbar ke depan.
Bank Sulselbar optimistis, dengan kolaborasi yang kuat dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, perbankan daerah berbasis syariah akan terus menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan inklusif di kawasan timur Indonesia. (***)
