Harga BBM Naik 500 Persen, Negara Kuba Terancam Kebangkrutan

Orang-Orang Membeli Sayuran di Pasar Umum di Havana, Kuba. (Reuters.com/Alexandre Meneghini)

MAKASSARINSIGHT.com, JAKARTA—Kuba berada di jurang kebangkrutan menyusul beban inflasi dan sejumlah kelangkaan produk. Negara di Kepulauan Karibia ini pun harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 500% mulai 1 Februari 2024.

Kenaikan drastis itu diumumkan Pemerintah Kuba pada awal pekan ini, dikutip dari NDTV, Kamis, 11 Januari 2024. Kebijakan kenaikan harga BBM tersebut menjadi bagian dari langkah mengurangi defisit anggaran negara. Harga satu liter bensin reguler bakal naik dari 25 peso (20 sen AS) menjadi 132 peso.

Adapun harga bensin premium melonjak dari 30 menjadi 156 peso. Seorang warga Kuba, Domingo Wong, mengaku harus merogoh lebih dari setengah gaji bulanannya yang berjumlah US$21 untuk membeli 10 liter BBM.

Baca Juga: 

Menurut Wong, bensin tersebut hanya cukup untuk sepekan. “Sepuluh liter itu yang saya gunakan dalam sepekan tanpa melakukan sesuatu yang istimewa. Janya sehari-hari pergi bekerja, mengantar putri saya ke sekolah, mengunjungi saudara perempuan saya,” kata penjaga gedung berusia 57 tahun itu.

Negara berpenduduk 11 juta jiwa ini menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1990-an. Krisis diperparah oleh pandemi COVID-19, pengetatan sanksi AS dalam beberapa tahun terakhir, serta kelemahan struktural dalam perekonomian.

Perekonomian Kuba diperkirarakan menyusut 2% pada 2023. Sementara itu, inflasi mencapai 30% tahun lalu. Para ahli mengatakan perkiraan tersebut mungkin terlalu rendah. Bahan bakar dan kebutuhan pokok lain kini sudah sulit didapat dampak krisis. 

Kuba, yang mensubsidi hampir semua barang dan jasa penting, bulan lalu sudah mengisyaratkan bahwa mereka harus menaikkan harga bahan bakar. “Negara ini tidak bisa mempertahankan harga bahan bakar yang merupakan yang termurah di dunia,” kata Menteri Perekonomian Alejandro Gil.

Listrik Juga Naik

Pemerintah juga mengonfirmasi kenaikan harga listrik sebesar 25% untuk konsumen perumahan utama, serta kenaikan harga gas alam. Banyak warga Kuba khawatir inflasi akan bertambah buruk. “Harga secara umum akan meningkat karena makanan yang kita makan bergantung pada transportasi,” ujar pengemudi ojek Rafael Olivier, 21. 

Baca Juga: 

Menteri Energi Vicente de la O Levy mengatakan kenaikan harga sebenarnya dimaksudkan untuk mengurangi kelangkaan BBM. Ekonom Omar Everleny Perez mengatakan harga bahan bakar di Kuba mungkin lebih murah dibandingkan negara-negara lain di dunia. “Namun jika membandingkannya dengan gaji di negara tersebut, harganya sangat mahal,” terangnya. 

Sebagai informasi, gaji rata-rata pekerja di Kuba sekitar US$40 atau Rp600 ribu per bulan. “Daya beli kami tidak cukup, ini akan berdampak pada kami semua,” kata pekerja mandiri Juan Antonio Cruzata, 59.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Chrisna Chanis Cara pada 11 Jan 2024 

Editor: Isman Wahyudi
Bagikan
Isman Wahyudi

Isman Wahyudi

Lihat semua artikel

Related Stories