Makassar Kini
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Makassar Siapkan 13 SPAM Baru
MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Kota Makassar memperkuat upaya penyediaan air bersih untuk masyarakat dalam menghadapi potensi kemarau panjang. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang dibangun pemerintah tersebut berfungsi optimal dan mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Saya datang langsung ke lokasi melihat SPAM ini. Tujuannya memastikan ketersediaan air pompa ini berjalan dan bermanfaat untuk warga di sini,” ujar Munafri.
SPAM yang berada di wilayah RW 03 Cambaya tersebut dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Fasilitas itu memiliki lima sumur bor, tiga di antaranya merupakan bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.
Baca Juga:
- Wali Kota Munafri Buka Job Fair Makassar, 1.547 Lowongan Kerja Tersedia
- Ahli: Ini 8 Waktu Terburuk untuk Minum Kopi, Hindari!
- Tantangan Dunia Pendidikan Nasional Setelah 81 Tahun Merdeka
Menurut Munafri, fasilitas tersebut sebelumnya diproyeksikan melayani sekitar 83 rumah. Namun, setelah berjalan sekitar empat bulan, jaringan air bersih itu telah mampu melayani 109 rumah warga.
“Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya,” katanya.
“Target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani,” lanjutnya.
Munafri menilai keberadaan SPAM menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi keterbatasan air bersih, terutama di wilayah yang kerap mengalami kesulitan air saat musim kemarau.
“Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang,” ujarnya.
Pemkot Makassar juga menyiapkan pembangunan SPAM di 13 titik tambahan. Lokasi tersebut akan diprioritaskan di wilayah yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan air bersih tinggi.
“Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak,” jelas Munafri.
Menurutnya, kondisi kemarau tahun ini perlu diantisipasi karena diperkirakan berlangsung cukup panjang. Pemerintah akan memetakan wilayah yang membutuhkan dukungan fasilitas air bersih agar pembangunan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering,” katanya.
Munafri juga meminta jajaran kecamatan memberikan masukan terkait wilayah yang membutuhkan fasilitas SPAM. Hal tersebut dilakukan agar pembangunan berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat,” tuturnya.
Baca Juga:
- Yuk Pahami Apa Itu Desil, Kelompok yang Bakal Kena Pembatasan Pertalite
- Laba PDAM Makassar Tembus Rp17,3 Miliar, Lampaui Target Tahunan
- UOB Perkuat Portofolio Kartu Premium dengan Visa Infinite Privilege
Untuk SPAM Cambaya, pengelolaan dan distribusi air dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Warga dapat memanfaatkan air dari fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Munafri juga memastikan kualitas air dari sumur bor tersebut baik. Sumber air SPAM Cambaya berasal dari sumur dengan kedalaman sekitar 180 meter.
“Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter,” katanya.
Pemkot Makassar berharap keberadaan SPAM Cambaya dapat menjadi sumber air alternatif bagi warga, khususnya saat pasokan air mengalami tekanan akibat musim kemarau.
Pemerintah juga akan terus mengidentifikasi wilayah lain yang membutuhkan fasilitas serupa untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi. (****)
