Makassar Kini
Festival Bulan Budaya Makassar Sedot Ribuan Pengunjung, 38 UMKM Ikut Berjualan
MAKASSARINSIGHT.com – Festival Bulan Budaya Makassar 2026 sukses menarik ribuan pengunjung selama dua hari penyelenggaraan, 31 Oktober hingga 1 November. Selain menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal, kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan ini turut menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Festival yang berlangsung di kawasan Central Point of Indonesia (CPI) tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, perlombaan, hiburan, hingga pameran produk UMKM. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan memperingati Hari Kebudayaan Nasional yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Makassar.
Kepala Dinas Kebudayaan Makassar, Andi Patiware, mengatakan festival tersebut dirancang untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku seni dan budaya dalam menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Menurutnya, apresiasi dari para seniman dan budayawan menjadi salah satu indikator bahwa ruang ekspresi yang disediakan pemerintah kota memberikan manfaat bagi ekosistem seni lokal.
“Jadi mereka apresiasi karena sudah diberikan ruang, ruang berekspresi yang mereka anggap itu begitu besar dan begitu luas. Sehingga, kegiatan yang kemarin itu mempunyai dampak efek yang langsung ke para pelaku seni budaya,” ujar Andi Patiware saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Baca Juga:
- SYAFIF Goes to Makassar, Pemprov Sulsel Dorong Ekonomi Syariah
- BRI Dorong Swasembada Protein Lewat Pembiayaan Peternakan dan Perikanan
- 53 Personel Damkar Makassar Tuntaskan Diklat Pemadam Tingkat I 70 JP
Ia menjelaskan, festival tahun ini melibatkan ratusan pelaku seni dari berbagai kalangan. Salah satu kegiatan yang menyedot perhatian adalah perlombaan tari tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), dengan total sekitar 400 peserta.
Selain pertunjukan tari, festival juga menghadirkan tradisi adat, pementasan seni akkorong tigi, penampilan musik, serta berbagai kegiatan yang melibatkan sanggar seni dan komunitas kreatif.
Partisipasi pelaku seni tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi sekaligus menjaga keberlanjutan seni budaya lokal melalui keterlibatan generasi muda.
Tak hanya menjadi panggung kebudayaan, Festival Bulan Budaya juga memberikan ruang bagi pelaku ekonomi lokal.
Sebanyak 38 UMKM dilibatkan selama dua hari kegiatan dengan menyediakan stan untuk memamerkan dan menjual produk mereka kepada pengunjung.
Kehadiran pelaku usaha tersebut diharapkan membuka peluang transaksi, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang menikmati festival.
Antusiasme pengunjung yang mencapai ribuan orang turut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan kebudayaan.
Baca Juga:
- Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot Air dari Jepang
- Pimpin PSSI Sulsel, Appi Bidik Pembenahan Klub, Kualitas Wasit Hingga Stadion
- Program Pojok Lokal Milik SRC Berhasil Dongkrak Omzet UMKM 128 Persen
Andi Patiware menegaskan, Dinas Kebudayaan Makassar akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Festival Bulan Budaya pada tahun-tahun mendatang.
“Ke depannya, pastinya sesuai dengan arahan pimpinan, ya bagaimana Festival Bulan Budaya ini bisa mempunyai dampak yang positif ke masyarakat luas, khususnya bagi para pelaku seni budaya,” pungkasnya.
Festival Bulan Budaya diharapkan tidak hanya menjadi agenda pelestarian seni dan tradisi, tetapi juga berkembang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, seniman, komunitas, dan pelaku usaha dalam memperkuat kebudayaan serta ekonomi kreatif Makassar. (****)
