Ekonomi & Bisnis
Bank Sulselbar Siap Biayai Petani Jagung Selayar Lewat Program KUR
MAKASSARINSIGHT.com, KEPULAUAN SELAYAR – Bank Sulselbar Cabang Selayar menyatakan kesiapan mendukung pengembangan sektor pertanian jagung melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Bank Sulselbar dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam menyukseskan Program GEMETAR atau Gerakan Menanam Batara/Jagung yang tengah didorong sebagai salah satu program strategis daerah.
Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Selayar, Muh. Nasrum, menegaskan pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan pembiayaan petani dengan skema bunga rendah melalui program KUR.
Menurutnya, pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan usaha pertanian, mulai dari pembangunan pagar lahan, pengadaan pupuk, pestisida, hingga biaya perawatan tanaman. Penyaluran pembiayaan dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pertanian agar tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan produktif petani.
“Sebagai bank daerah, kami memiliki tanggung jawab mendukung program pemerintah yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Kami berharap petani dapat lebih berkembang dan produktif melalui dukungan pembiayaan ini,” ujar Nasrum.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menyambut positif dukungan tersebut. Pemkab menilai akses pembiayaan menjadi salah satu solusi utama dalam mengatasi kendala modal yang selama ini dihadapi petani jagung. Selain memfasilitasi KUR, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bibit serta pendampingan teknis kepada petani mulai dari masa tanam hingga panen.
Dalam skema yang dipaparkan, satu hektare lahan jagung diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 8 hingga 10 ton jagung dalam satu kali panen. Dengan asumsi harga jual sekitar Rp5.400 per kilogram, potensi pendapatan kotor petani dapat mencapai sekitar Rp54 juta per musim panen. Sementara kebutuhan biaya produksi diperkirakan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta per hektare.
Melalui fasilitas KUR dengan bunga rendah sekitar 0,5 persen per bulan dan sistem pembayaran setelah masa panen, program tersebut diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat mengembangkan usaha pertanian jagung secara berkelanjutan.
Program pembiayaan petani melalui KUR juga sejalan dengan tren peningkatan penyaluran kredit produktif di Sulawesi Selatan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran KUR di Sulsel mencapai Rp6,03 triliun hingga April 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan usaha produktif masyarakat. (***)
