Pemkot Makassar Perkuat Sinergi TPAKD Perluas Pembiayaan UMKM

IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com – Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi TPAKD Kota Makassar bertajuk “Koordinasi Pelaksanaan Pembiayaan Produktif yang Inklusif di Kota Makassar” yang digelar di Hotel Melia Makassar, Jumat (10/7/2026).

Mewakili Wali Kota Makassar, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Makassar, Zaenal Ibrahim, mengatakan pembiayaan produktif menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Pembiayaan produktif bukan hanya menjadi kebutuhan pelaku usaha, tetapi juga merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: 

Menurut Zaenal, hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam memperoleh akses pembiayaan formal. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, regulator, lembaga jasa keuangan, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan memperluas akses pembiayaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, lembaga jasa keuangan, dunia akademik, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Ia menjelaskan, TPAKD menjadi wadah koordinasi untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif sehingga semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses terhadap pembiayaan formal.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan UMKM dapat meningkatkan produktivitas usaha, memperluas lapangan kerja, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Makassar.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Makassar, Muhammad Amri, mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen bersama seluruh anggota TPAKD dalam mengimplementasikan program pembiayaan produktif yang inklusif.

Menurutnya, forum ini tidak hanya mempertemukan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dan akademisi, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan berbagai program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui rapat koordinasi ini kami ingin membangun komitmen bersama agar setiap program yang dijalankan dapat saling mendukung,” ujar Amri.

Ia menambahkan, salah satu gagasan yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah penyelenggaraan CFD Financial Day, sebuah program edukasi dan literasi keuangan yang akan dikemas melalui kegiatan Car Free Day.

Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat melalui edukasi pengelolaan keuangan, konsultasi pembiayaan usaha, informasi produk keuangan formal, hingga akses terhadap berbagai program pemberdayaan UMKM.

Selain menjadi forum diskusi, rapat koordinasi juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan, serta mendorong lahirnya program kolaboratif yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Amri menegaskan, hasil rapat tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penguatan koordinasi bersama seluruh anggota TPAKD agar berbagai program yang telah disepakati dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan.

“Kami optimistis penguatan sinergi ini akan menjadikan pembiayaan produktif sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya.

Baca Juga: 

Rapat koordinasi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi strategis. Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Kantor Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua, Mushadi Nurali, memaparkan materi mengenai penguatan sinergi lembaga jasa keuangan dalam mendorong pembiayaan produktif yang inklusif.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, menyampaikan materi tentang pembiayaan produktif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Adapun Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Salman Samir, membahas penguatan ekosistem pembiayaan produktif untuk meningkatkan daya saing UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota TPAKD Kota Makassar yang terdiri atas perwakilan OJK, Bank Indonesia, Bank Himbara, Bank Sulselbar, bank swasta nasional, Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), perusahaan pembiayaan, perusahaan penjaminan, BPR/BPRS, perangkat daerah terkait, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (****)

Editor: El Putra
Tags kurSyarat KUR Bagikan
Isman Wahyudi

Isman Wahyudi

Lihat semua artikel

Related Stories