SYAFIF Goes to Makassar, Pemprov Sulsel Dorong Ekonomi Syariah

Senin, 02 November 2026 12:51 WIB

200 views

Penulis:Adzkiya Izora

Editor:Adzkiya Izora

d9b2f7b7-03d9-4720-9d62-dc67065951c1.jpeg
(null)

MAKASSARINSIGHT.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, saat menghadiri Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Minggu (1/11/2026).

Andi Winarno hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Dalam kegiatan tersebut, ia bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Ashar Nasution, turut menyaksikan peluncuran Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah).

Andi Winarno mengapresiasi penyelenggaraan SYAFIF sebagai momentum memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan sektor keuangan syariah, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Kegiatan ini merupakan prakegiatan menuju perhelatan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026. Momentum ini penting untuk memperkuat langkah bersama dalam memajukan sektor keuangan syariah di daerah,” ujarnya.

Baca Juga: 

Ia mengajak pelaku industri keuangan syariah terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan yang kompetitif, mudah diakses, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Pemprov Sulsel berkomitmen mendukung kebijakan dan program yang memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis syariah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus berkomitmen mendukung kebijakan dan program yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan berkeadilan,” katanya.

Andi Winarno menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia. Potensi tersebut didukung posisi strategis daerah sebagai simpul perdagangan, kapasitas ekonomi, serta karakter masyarakat yang religius.

Ia berharap SYAFIF dapat memperkuat sinergi lintas sektor, memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan materi mengenai sinergi literasi dan inklusi keuangan syariah untuk memperluas akses serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Friderica menguraikan sejumlah tantangan pengembangan keuangan syariah, mulai dari kapasitas dan ketahanan kelembagaan, adopsi pasar dan kepercayaan konsumen, diferensiasi serta daya saing inovasi, hingga sinkronisasi regulasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Ia juga memaparkan empat arah strategis OJK dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, yakni penguatan literasi berbasis kolaborasi, perluasan akses keuangan syariah, optimalisasi digitalisasi pendukung literasi dan inklusi keuangan syariah (LIKS), serta penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Ashar Nasution mengatakan SYAFIF menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat agar semakin dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan.

SYAFIF Goes to Makassar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya digelar di Banjarmasin, Jakarta, dan Aceh. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026.

Baca Juga: 

Selain peluncuran PELITA Syariah, kegiatan tersebut menghadirkan pameran produk dan layanan keuangan syariah, pameran ekosistem keuangan syariah, gelar wicara interaktif, perlombaan, serta berbagai kegiatan edukatif dan hiburan bagi pengunjung.

Melalui SYAFIF, OJK bersama LPS dan pemangku kepentingan terkait berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri untuk memperluas pemanfaatan produk serta layanan keuangan syariah di masyarakat. (****)