Rudianto Lallo
Selasa, 17 Maret 2026 17:26 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com – Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Ikatan Alumni Pesantren Guppi di Makassar, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menebar Kebaikan Nilai-Nilai Empat Pilar Kebangsaan dari Pesantren untuk Masyarakat” ini berlangsung di Rumah Aspirasi Anak Rakyat, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang.
Dalam kegiatan tersebut, Rudianto yang juga menjabat Ketua Ikatan Alumni Pesantren Guppi mengajak para alumni untuk menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai bagian dari media dakwah di tengah masyarakat.
Ia menekankan, peran alumni pesantren tidak hanya terbatas pada lingkup internal, tetapi juga harus hadir dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Tugas kita bukan hanya tentang pesantren secara internal, tetapi lebih kepada fungsi sosial kemasyarakatan setelah keluar dari pesantren. Oleh karena itu, fungsi dakwah selain kepada sesama umat atau jamaah, juga harus hadir pada ranah kebangsaan,” ujarnya.
Rudianto menegaskan, peran tersebut juga ia jalankan melalui posisinya sebagai legislator di parlemen. Menurutnya, politik harus dimaknai sebagai instrumen untuk menghadirkan keadilan dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
“Apa yang saya lakukan sebagai anggota dewan adalah politik yang saya pahami sebagai alat untuk mendistribusi keadilan dan menebar kebaikan sebanyak-banyaknya demi kepentingan masyarakat. Mulai dari membela orang kecil, memperjuangkan hak-hak kaum tertindas, serta kaum mustada’fin yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan bernegara yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, yakni mewujudkan keadilan sosial dan memajukan kesejahteraan umum.
Rudianto juga mengingatkan bahwa identitas sebagai santri harus tetap melekat dalam setiap profesi yang dijalani para alumni.
“Apapun profesi kita hari ini, sebagai alumni pesantren kita tetaplah seorang santri yang harus mengamalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dengan benar di manapun kita berada, agar terwujud masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya. (***)