Bansos
Rabu, 12 Agustus 2026 16:58 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial terus mempercepat pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Hingga 11 Agustus 2026, sebanyak 50.088 kepala keluarga (KK) telah berhasil didata atau mencapai sekitar 11,41 persen dari total sasaran.
Percepatan ini dilakukan untuk memastikan data perlindungan sosial di Kota Makassar semakin akurat, terpadu, dan tepat sasaran. Makassar sendiri menjadi salah satu dari 48 daerah yang ditunjuk sebagai pilot project nasional digitalisasi perlindungan sosial.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan progres pendataan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir setelah pemerintah mengerahkan agen dari berbagai perangkat daerah.
“Progres Perlinsos sudah mengalami peningkatan signifikan. Agen turun ke lapangan per kecamatan. Agen kita semuanya ASN dari berbagai SKPD yang ada di kecamatan,” ujar Andi Bukti, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga:
Capaian tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan awal pelaksanaan pendataan pada pekan pertama Agustus. Saat itu, progres Makassar masih sekitar 0,1 persen atau baru sekitar 1.000 KK yang berhasil didata.
Setelah dilakukan evaluasi dan pengerahan agen dari sejumlah perangkat daerah, progres pendataan terus bergerak hingga mencapai 50.088 KK.
“Data itu per tanggal 11 kemarin, dan ini masih ada pendataan yang berjalan dan datanya belum masuk. Ini sudah menjadi progres yang menggembirakan,” jelasnya.
Pemerintah pusat pada tahap uji coba menetapkan target pendataan sekitar 40 hingga 60 persen. Namun, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meminta capaian di Makassar dapat melampaui target tersebut.
Pemkot Makassar menargetkan pendataan Perlinsos Digital dapat mencapai 70 persen sebelum 31 Agustus 2026.
“Target dari pusat sebenarnya 40 persen sampai 50 persen. Tapi Pak Wali Kota minta target kita di Makassar 70 persen,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Sosial mengerahkan sekitar 5.000 Agen Perlinsos yang berasal dari ASN berbagai SKPD. Sekitar 2.000 agen telah diterjunkan pada tahap pendataan sebelumnya dan pengerahan berikutnya dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah kecamatan.
“Yang baru turun kemarin sekitar 2.000 orang karena masih menyasar lima kecamatan secara bertahap. Besok dan seterusnya, akan mulai lagi lima kecamatan yang baru dengan agen berbeda dari SKPD lain yang belum bertugas,” ungkapnya.
Pendataan lapangan dibagi dalam beberapa sesi. Setiap sesi berlangsung selama tiga hari kerja dengan pembagian wilayah yang berbeda.
Pada tahap pertama, agen menyasar Kecamatan Panakkukang, Tamalanrea, Ujung Pandang, Mariso, dan Manggala. Selanjutnya, pendataan dilanjutkan di Mamajang, Bontoala, Wajo, Tamalate, dan Sangkarrang.
Tahap berikutnya akan menyasar kecamatan lain yang belum mendapatkan pendataan, termasuk Biringkanaya, Tallo, Makassar, Ujung Tanah, dan wilayah lainnya.
“Jadi ada empat sesi, masing-masing sesi mencakup beberapa kecamatan,” jelas Andi Bukti.
Secara keseluruhan, sekitar 426.000 KK menjadi sasaran pendataan Perlinsos Digital di Kota Makassar.
Menurut Andi Bukti, percepatan pendataan tidak semata-mata mengejar persentase, tetapi memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat tercatat secara akurat.
“Total target data kita ada 426.000 KK yang mau didata. Percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi juga memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik,” tuturnya.
Meski progres terus meningkat, Dinas Sosial masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama berkaitan dengan ketersediaan agen dari sejumlah SKPD.
“Kami di Dinsos yang harus turun tangan menutupinya. Itu salah satu kendala di lapangan,” tambahnya.
Untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, Dinas Sosial menyiapkan strategi lanjutan dengan melibatkan RT dan RW setelah pengerahan agen dari SKPD selesai.
“Setelah tugas teman-teman agen SKPD ini selesai, jika masih ada warga atau masyarakat yang belum terdata, kita akan menjadikan RT/RW sebagai agen. Merekalah yang nanti menyisir warga di wilayahnya yang belum terdata,” jelasnya.
Baca Juga:
Keterlibatan RT dan RW diharapkan dapat memperkuat proses verifikasi hingga tingkat lingkungan sekaligus membantu pemerintah menemukan warga yang belum masuk dalam basis data.
Perlinsos Digital juga menyediakan portal yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran maupun pengaduan data secara lebih terintegrasi. Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat akurasi data penerima bantuan, mengurangi potensi ketidaktepatan sasaran, serta memudahkan masyarakat memperbarui data.
Dengan progres yang kini mencapai 50.088 KK, Dinas Sosial optimistis percepatan pendataan masih dapat terus dilakukan hingga akhir Agustus.
Pemerintah Kota Makassar akan mengoptimalkan pengerahan agen, memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan RT dan RW untuk menjangkau warga yang belum terdata.
“Target kita sekarang bagaimana terus menggenjot pendataan. Harapannya sebelum tanggal 31 Agustus bisa mencapai 70 persen,” pungkas Andi Bukti. (****)