Nafeesa Azra Salsabila Raih Tiga Prestasi di Forkot Makassar 2026, Bidik FORNAS

Senin, 19 Oktober 2026 08:51 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

a2fc30f3-11a9-4939-b17e-ed6cee14e879.jpeg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Disiplin berlatih dan tekad untuk terus berkembang mengantarkan Nafeesa Azra Salsabila meraih tiga prestasi dalam Lomba Panahan Tradisional Forkot Makassar 2026. Atlet muda Cheng Hoo Archery School itu berhasil menyabet juara pertama individu Under 13 (U13), juara pertama beregu, dan penghargaan Top Scorer U13.

Kompetisi yang berlangsung di halaman Masjid Agung 45 Makassar tersebut diikuti lebih dari 100 peserta pada kategori U13. Di tengah persaingan itu, Nafeesa mampu menunjukkan performa yang membawanya meraih prestasi di nomor individu maupun beregu.

Pada nomor beregu, Nafeesa berkolaborasi dengan Idham dan Adeva hingga berhasil menempati posisi pertama. Sementara pada nomor individu, ia tampil sebagai juara pertama sekaligus meraih predikat Top Scorer U13.

Di balik tiga pencapaian tersebut, ada rutinitas latihan, persiapan mental, serta dukungan keluarga, pelatih, dan sekolah yang mengiringi perjalanan siswi SD Al-Qur’an Wahdah Islamiyah 02 Makassar itu.

Bagi Nafeesa, persiapan menghadapi kompetisi bukan hanya tentang mengasah kemampuan membidik sasaran. Ia juga berusaha menjaga kedisiplinan dalam beribadah, mengulang hafalan Al-Qur’an, dan melatih konsentrasi agar lebih siap menghadapi pertandingan.

“Persiapannya sebelum lomba itu Nafeesa jaga salat, murojaah hafalan, terus latihan fokus pernapasan. Sama Coach disuruh banyak latihan teknik rilis biar bidikannya konsisten. Malam sebelum lomba, Nafeesa juga tidur cepat biar tidak ngantuk pas lomba,” ungkap Nafeesa.

Persiapan tersebut dijalaninya secara konsisten bersama Cheng Hoo Archery School. Menjelang Forkot Makassar 2026, Nafeesa berlatih hampir setiap hari sepulang sekolah dengan durasi sekitar dua jam. Waktu latihan bahkan bertambah saat akhir pekan.

“Untuk FORKOT ini Nafeesa latihan hampir setiap hari, Kak, sekitar dua jam sepulang sekolah. Kalau weekend bisa lebih lama, tiga jam di Lapangan Cheng Hoo Archery School,” tuturnya.

Latihan rutin menjadi bagian penting dalam proses Nafeesa meningkatkan kemampuan teknik, menjaga konsistensi bidikan, dan membangun ketenangan saat bertanding. Ia juga belajar bahwa hasil yang baik tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Dukungan Keluarga dan Sekolah Jadi Penyemangat

Nafeesa menyadari, tiga prestasi yang diraihnya bukan semata-mata hasil usahanya sendiri. Di balik kesibukan berlatih dan mengikuti kompetisi, ada keluarga yang mendampingi, pelatih yang membimbing, serta sekolah yang mendukung pengembangan bakatnya.

“Yang paling banyak membantu itu pertama orang tua yang selalu antar jemput dan mendoakan. Terus Coach Nurhalisah di Cheng Hoo Archery School yang selalu sabar mengajarkan saya. Juga ustazah di SD Al-Qur’an Wahdah Islamiyah 02 Makassar yang selalu kasih semangat dan izin kalau harus latihan. Dan teman-teman beregu aku, Idham dan Adeva,” kata Nafeesa.

Dukungan orang tua, terutama dalam mengantar dan menjemput latihan, menjadi bagian penting dari kesehariannya. Sementara itu, Coach Nurhalisah mendampingi proses pengembangan teknik panahan, dan dukungan dari pihak sekolah membantu Nafeesa menjalani kegiatan olahraga tanpa melupakan tanggung jawabnya sebagai pelajar.

Bagi atlet seusianya, keseimbangan antara pendidikan dan olahraga menjadi hal penting. Prestasi tidak hanya diukur dari kemenangan di arena pertandingan, tetapi juga dari proses membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap sportif.

Berani Mencoba dan Tidak Mudah Menyerah

Keberhasilan di Forkot Makassar 2026 tidak membuat Nafeesa berhenti belajar. Ia justru ingin menjadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan menghadapi tantangan berikutnya.

Nafeesa juga menyampaikan pesan kepada anak-anak lain yang ingin menekuni panahan tradisional agar tidak takut mencoba dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

“Jangan takut coba, Kak! Kuncinya itu harus berani, fokus, dan jangan lupa berdoa dulu sebelum memanah. Kalau meleset jangan sedih, coba lagi. Latihan yang rajin dan harus jaga adab. Insya Allah bisa juara juga,” pesannya.

Pesan tersebut menggambarkan semangat Nafeesa dalam menjalani olahraga yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan konsentrasi. Baginya, bidikan yang meleset bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki kemampuan.

Bidik FORNAS, Ingin Membanggakan Sulawesi Selatan

Setelah mencatatkan tiga prestasi di Forkot Makassar 2026, Nafeesa kini menatap target yang lebih tinggi. Ia berharap dapat mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) dan mendapat kesempatan mewakili Sulawesi Selatan.

“Setelah ini Nafeesa mau lebih rajin lagi latihannya. Targetnya semoga bisa ikut FORNAS mewakili Sulawesi Selatan. Nafeesa mau bikin orang tua bangga, sekolah Wahdah 02, dan Cheng Hoo Archery School bangga lagi,” ungkapnya.

Keinginan tersebut menjadi motivasi bagi Nafeesa untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan dan pembinaan. Namun, keikutsertaannya dalam FORNAS masih menjadi target yang ingin diwujudkan melalui kesempatan dan proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Tiga prestasi yang diraihnya di Forkot Makassar 2026 menjadi modal awal untuk melangkah lebih jauh. Selain menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan Cheng Hoo Archery School, pencapaian itu juga memperlihatkan pentingnya dukungan lingkungan dalam mengembangkan potensi atlet usia dini.

Dengan semangat berlatih dan keberanian untuk terus mencoba, Nafeesa Azra Salsabila berharap dapat meningkatkan prestasinya sekaligus membawa nama Sulawesi Selatan ke tingkat yang lebih tinggi melalui olahraga panahan tradisional. (***)