Kemarau Panjang, Gubernur Andi Sudirman dan Ribuan Warga Salat Minta Hujan

Selasa, 08 September 2026 13:51 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

IMG_1789.jpeg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel dan ribuan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (8/9/2026) pagi.

Salat Istisqa yang dimulai pukul 07.00 Wita tersebut menjadi ikhtiar spiritual bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Ribuan masyarakat memadati lapangan Rujab Gubernur Sulsel. Mereka bersama-sama memperbanyak istigfar dan doa, memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan sebagai rahmat sekaligus untuk meringankan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.

Salat Istisqa dipimpin Ustadz Muhammad Iqbal Coing, S.Pd., M.Pd. sebagai imam, sementara khutbah disampaikan Ustadz Mufassir Arif, Lc., M.A.

Baca Juga: 

Andi Sudirman mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama menghadapi dampak kemarau yang mulai dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

“Hari ini kami melaksanakan Salat Istisqa untuk meminta agar hujan turun. Kita melihat sudah banyak yang terdampak kekeringan, baik petani, peternak, maupun masyarakat di kawasan permukiman,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, kondisi kemarau berkepanjangan membutuhkan ikhtiar yang dilakukan secara lahir dan batin. Selain langkah penanganan di lapangan, masyarakat juga diajak memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT.

“Kita berharap Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan hujan. Mari kita perbanyak istigfar, memperbanyak doa, dan tentu terus berikhtiar melakukan yang terbaik,” tuturnya.

Kemarau panjang telah memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah Sulsel. Penurunan debit dan sumber air berdampak pada kebutuhan air masyarakat, sektor pertanian hingga peternakan.

Pemprov Sulsel pun terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk membantu masyarakat yang terdampak. Upaya tersebut antara lain melalui penyediaan pompa air, pembangunan sumur bor serta penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah permukiman.

Baca Juga: 

Andi Sudirman menegaskan bahwa ikhtiar spiritual melalui Salat Istisqa berjalan beriringan dengan langkah-langkah penanganan kekeringan yang dilakukan pemerintah.

Salat Istisqa di Rujab Gubernur Sulsel menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi dampak kemarau, sekaligus memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam membantu warga yang membutuhkan akses air bersih.

Di tengah kondisi tersebut, doa agar hujan segera turun menjadi harapan bersama, sementara upaya penanganan kekeringan tetap dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. (****)