Sabtu, 31 Oktober 2026 04:39 WIB
Penulis:Adzkiya Izora
Editor:Adzkiya Izora

MAKASSARINSIGHT.com — Ketua Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengda Sulawesi Selatan, Adi Rasyid Ali (ARA), mendorong Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk bersedia maju sebagai calon Ketua Umum IOF Pusat periode berikutnya.
Dukungan tersebut disampaikan menjelang Musyawarah Nasional (Munas) IOF yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2026. ARA menilai Suyudi memiliki pengalaman kepemimpinan, kapasitas organisasi, serta pemahaman terhadap dunia otomotif dan olahraga off-road.
Menurut ARA, Suyudi bukan sosok baru di lingkungan IOF karena telah terlibat dalam kepengurusan pusat, khususnya pada bidang kendaraan roda dua.
“Kami berharap Bapak Suyudi Ario Seto bersedia menerima aspirasi untuk memimpin IOF ke depan, dengan semangat memperkuat soliditas organisasi dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan tagline IOF, Unity for Humanity, yang bermakna Persatuan untuk Kemanusiaan,” ujar ARA.
Ia menegaskan, IOF tidak hanya berkaitan dengan otomotif dan kegiatan petualangan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, pelestarian lingkungan, hingga penanggulangan bencana.
Dengan dukungan kendaraan roda empat berpenggerak 4x4 dan kendaraan roda dua, anggota IOF dinilai memiliki kemampuan menjangkau wilayah terpencil serta medan ekstrem yang sulit dilalui kendaraan biasa.
Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu distribusi logistik, mobilisasi relawan, hingga mendukung operasi penyelamatan ketika akses transportasi terputus akibat banjir, tanah longsor, maupun bencana lainnya.
Baca Juga:
“IOF memiliki potensi besar dalam membantu distribusi logistik, mobilisasi relawan, hingga mendukung operasi penyelamatan di daerah terdampak bencana. Inilah wujud nyata semangat Unity for Humanity, ketika persatuan dan solidaritas diwujudkan melalui aksi kemanusiaan,” jelasnya.
Untuk memperkuat peran tersebut, ARA mendorong peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan penyelamatan (rescue training), kesiapsiagaan bencana, serta kerja sama dengan pemerintah, TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan berbagai unsur relawan kemanusiaan.
Menurutnya, anggota IOF perlu dibekali kemampuan teknis dan profesionalisme agar dapat memberikan bantuan secara efektif ketika terjadi keadaan darurat.
Selain penanggulangan bencana, ARA melihat IOF memiliki peluang berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah terpencil.
Melalui kegiatan ekspedisi off-road, anggota dapat menjangkau desa-desa dengan keterbatasan akses sekaligus melaksanakan bakti sosial, menyalurkan bantuan, membantu pembenahan rumah ibadah, hingga mendukung pembangunan fasilitas sosial.
IOF juga dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak promosi pariwisata daerah. Kegiatan ekspedisi dapat memperkenalkan destinasi wisata alam yang belum banyak tereksplorasi, sekaligus mendorong pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Karena itu, ARA berharap program organisasi ke depan dapat terintegrasi dengan agenda pembangunan dan pengembangan pariwisata pemerintah daerah.
Ia menilai IOF membutuhkan kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi nasional, memperluas kolaborasi strategis, serta meningkatkan profesionalisme dan kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Baca Juga:
Dalam pandangannya, Suyudi Ario Seto merupakan salah satu figur yang layak dipertimbangkan untuk membawa IOF semakin solid dan memperkuat implementasi semangat Unity for Humanity melalui program kemanusiaan yang terarah dan berkelanjutan.
Meski menyampaikan dukungan terhadap Suyudi, ARA menegaskan bahwa aspirasi tersebut tetap harus berjalan sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ia juga menekankan pentingnya menghormati kepemimpinan Ketua Umum IOF Pusat saat ini, Irjen Pol. Sambudi Gusdian.
“Kami tetap menghormati kepemimpinan beliau dan akan melakukan komunikasi, koordinasi, serta sowan sebagai bentuk penghargaan dan komitmen menjaga persatuan serta kesinambungan organisasi,” tegasnya.
ARA berharap Munas IOF pada 13 Desember mendatang menjadi momentum memperkuat persaudaraan, soliditas, dan arah pengabdian organisasi.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya mendapat amanah sebagai Ketua Umum harus mampu menjaga persatuan sekaligus memperluas manfaat IOF bagi masyarakat.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin IOF harus mampu menjaga persatuan dan memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat. IOF bukan hanya tentang kendaraan dan petualangan, tetapi juga tentang persaudaraan, kepedulian, dan pengabdian untuk Indonesia. Semangat Unity for Humanity, Persatuan untuk Kemanusiaan, harus menjadi kekuatan yang menyatukan seluruh anggota IOF untuk terus hadir dan berbuat bagi masyarakat,” pungkas ARA. (***)