Kamis, 09 April 2026 10:24 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com - Keputusan Iran menyetujui gencatan senjata dua minggu dengan Amerika langsung mengguncang pasar global. Harga minyak anjlok hingga 16%, bursa saham dunia reli, dan rupiah menguat signifikan.
Kesepakatan yang dimediasi Pakistan membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20% pasokan energi global. Namun, para analis menilai efek positif ini masih bersifat sementara.
Harga minyak langsung terkoreksi setelah pengumuman gencatan senjata.
Secara keseluruhan, konflik enam pekan sebelumnya sempat mengganggu pasokan hingga:
Pasar saham global langsung merespons positif setelah meredanya tensi geopolitik, ditandai dengan aksi beli besar-besaran di berbagai bursa utama dunia. Indeks di kawasan Asia hingga Amerika kompak menguat tajam seiring kembalinya minat investor ke aset berisiko setelah sebelumnya parkir di instrumen safe haven.
Sentimen utama datang dari turunnya harga energi dan meredanya kekhawatiran gangguan pasokan global, yang mendorong optimisme terhadap pemulihan ekonomi jangka pendek.
Meski demikian, reli ini masih sangat bergantung pada stabilitas situasi, sehingga pelaku pasar cenderung tetap selektif dan waspada terhadap potensi pembalikan arah jika ketegangan kembali meningkat.
Pergerakan indeks:
Sentimen utama:
Namun, emas tetap kuat karena ketidakpastian belum sepenuhnya hilang.
Indonesia termasuk yang paling diuntungkan dari turunnya harga minyak karena posisinya sebagai negara net importir energi, sehingga penurunan harga langsung mengurangi tekanan pada neraca perdagangan dan subsidi energi.
Kondisi ini turut meredakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta membuka ruang stabilitas inflasi dalam jangka pendek
Sektor penggerak:
Dampak inflasi global masih menjadi perhatian serius meski ketegangan mulai mereda, International Monetary Fund menegaskan efek perang belum sepenuhnya hilang dari sistem ekonomi dunia.
Lonjakan harga energi selama konflik telah menimbulkan tekanan berlapis pada biaya produksi, distribusi, hingga harga konsumen di berbagai negara, dan efek ini cenderung bertahan meskipun harga minyak mulai turun.
Proyeksi IMF:
Meski pasar merespons positif, sejumlah risiko belum selesai:
Gencatan senjata dua minggu memberikan efek instan ke pasar global. Harga minyak turun tajam seiring meredanya premi risiko geopolitik, bursa saham dunia langsung reli, dan mata uang negara berkembang termasuk rupiah ikut menguat didorong arus dana yang kembali ke aset berisiko.
Namun, kondisi ini belum menyelesaikan masalah utama. Pasar saat ini baru menikmati “napas pendek”, sementara risiko geopolitik, tekanan inflasi, dan gangguan rantai pasok global masih membayangi, sehingga arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada keberlanjutan stabilitas dalam beberapa pekan ke depan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 08 Apr 2026