Industri Pupuk Dorong Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Papua

Senin, 19 Januari 2026 16:33 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

Industri Pupuk Dorong Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Papua
Industri Pupuk Dorong Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Papua (freepik.com/gpointstudio)

JAKARTA – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau Billy Mambrasar menilai rencana pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian Papua. Pembangunan industri pupuk, ujarnya, dapat memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong hilirisasi di kawasan timur Indonesia.

Billy mengatakan bahwa selama ini biaya logistik pupuk menjadi salah satu beban terbesar dalam sektor pertanian di Papua. Biaya pengiriman pupuk bahkan dapat mencapai hampir sepertiga dari total biaya produksi petani.

“Dampaknya akan besar sekali. Biaya pengiriman pupuk selama ini lebih dari sepertiga dari biaya pertanian. Jadi bayangkan ketika terjadi hilirisasi pupuk, maka biaya logistiknya akan lebih murah,” kata Billy dikutip Sabtu, 17 Januari 2026.

Dengan biaya logistik yang lebih efisien, lanjut Billy, produk-produk pertanian Papua akan menjadi lebih kompetitif. Penurunan biaya produksi itu diharapkan akan berdampak positif pada peningkatan daya saing komoditas pertanian Papua. Selain itu, dia meyakini produktivitas petani di Papua juga akan meningkat, seiring akses pupuk yang semakin dekat dan mudah.

“Kalau biayanya turun, otomatis harga komoditasnya kompetitif. Dan, yang kedua, produktivitasnya pasti meningkat, karena akses pupuk lebih dekat,” kata dia.

Efek Berganda

Lebih jauh, Billy mengatakan pembangunan industri pupuk tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian Papua. Ketersediaan bahan baku pupuk berupa gas alam di Papua membuka peluang hilirisasi sumber daya alam yang bernilai tambah sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja.

“Jadi bayangkan dampak bergandanya, itu luar biasa dari sisi income, revenue, sampai penyerapan tenaga kerja,” kata dia.