Rabu, 28 Januari 2026 15:39 WIB
Penulis:Isman Wahyudi
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar Sosialisasi Pelayanan Air Minum dengan melibatkan Forum Pelanggan dan Ketua RW se-Kota Makassar, Rabu (28/01/2026), di Cafe Langit Ulu Juku. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pengelola layanan air bersih dan masyarakat untuk membahas kondisi pelayanan, program bantuan, serta rencana penguatan sistem distribusi air.
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, menegaskan peran strategis Ketua RW sebagai mitra utama dalam meningkatkan kualitas layanan. Menurutnya, RW merupakan pihak yang paling dekat dengan warga dan memahami langsung persoalan di tingkat lingkungan.
“Pelayanan air tidak hanya soal teknis, tetapi juga kepercayaan, komunikasi, dan pemahaman bersama. Di sinilah peran Ketua RW sangat penting,” ujar Hamzah.
PDAM Makassar saat ini terus melakukan pembenahan, mulai dari peremajaan jaringan pipa, peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA), hingga penguatan distribusi di wilayah dengan tekanan air rendah. Perusahaan juga mempercepat penanganan kebocoran guna menekan tingkat kehilangan air dan menjaga kontinuitas pasokan.
Baca Juga:
Hamzah turut menegaskan keberlanjutan program sambungan air bersih gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tahun sebelumnya, sekitar 2.000 sambungan telah direalisasikan, dan program ini kembali digulirkan pada 2026 dengan target penerima yang lebih luas.
“Kami berharap Ketua RW membantu mendata warga yang membutuhkan sambungan air namun terkendala biaya. PDAM siap menggratiskan sambungan bagi yang memenuhi kriteria,” jelasnya.
Selain itu, PDAM menyediakan opsi pembayaran sambungan secara cicilan hingga lima kali bagi warga yang tidak masuk kategori penerima bantuan. Selama Ramadan, layanan air gratis juga akan diberikan untuk masjid.
PDAM Makassar juga menjalankan program pergantian meter air pelanggan secara bertahap berdasarkan evaluasi teknis, guna memastikan pencatatan pemakaian air yang lebih akurat, adil, dan transparan. Ke depan, pelaksanaan program ini akan melibatkan warga setempat untuk meningkatkan transparansi dan meminimalkan kesalahpahaman.
“Kami ingin memastikan meter air yang digunakan pelanggan presisi, karena meter yang sudah tua justru berpotensi merugikan masyarakat,” tambah Hamzah.
Dalam forum tersebut, PDAM mendorong partisipasi masyarakat untuk melaporkan kebocoran pipa maupun sambungan ilegal. Perusahaan bahkan membuka ruang apresiasi bagi warga yang melaporkan pencurian air.
PDAM Makassar juga mengungkap tantangan keterbatasan air baku yang sebagian besar bersumber dari Kabupaten Gowa dan Maros. Namun, sejak 2025, perusahaan telah mengantongi izin pengolahan air dari pemerintah pusat, sehingga hambatan perizinan dinyatakan tidak lagi menjadi kendala.
Baca Juga:
Sebagai langkah jangka menengah dan panjang, PDAM merencanakan peningkatan kapasitas IPA, penambahan jaringan pipa, serta pembangunan instalasi pengolahan air baru di kawasan BTP dengan kapasitas 600–1.000 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan warga, khususnya kelompok menengah ke bawah.
Sementara itu, Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Nanang Supriyatno, menegaskan bahwa meski jajaran direksi masih berstatus pelaksana tugas, komitmen terhadap pelayanan publik tetap menjadi prioritas.
“Air minum adalah layanan dasar. Kami berharap dukungan masyarakat agar PDAM Makassar terus meningkatkan kualitas layanan bagi warga,” ujarnya. (***)