Sabtu, 18 Juli 2026 05:39 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com – Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina vs Spanyol menjadi laga yang paling dinantikan pecinta sepak bola dunia. Pertemuan dua tim dengan sejarah dan generasi berbeda ini akan menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi juara dunia, antara Argentina sebagai juara bertahan atau Spanyol yang memburu gelar keduanya.
Laga puncak ini tidak hanya menentukan siapa yang menjadi juara dunia 2026, tetapi juga menghadirkan sejumlah cerita besar. Mulai dari peluang Argentina mencetak sejarah sebagai juara bertahan pertama sejak Brasil era 1958-1962, hingga potensi lahirnya era baru sepak bola Spanyol yang dipimpin Lamine Yamal.
Tak kalah menarik, final ini juga dipandang sebagai simbol pergantian generasi melalui duel Lionel Messi dan Lamine Yamal, dua pemain yang dipisahkan hampir dua dekade usia, tetapi dihubungkan oleh sebuah foto ikonik yang kembali viral beberapa tahun terakhir.
Partai final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, yang selama turnamen menggunakan nama resmi New York New Jersey Stadium. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada,
Stadion berkapasitas sekitar 80.663 hingga 82.500 penonton tersebut menjadi panggung penutup Piala Dunia pertama yang diselenggarakan oleh tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca Juga:
Argentina datang ke final dengan status salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia. Hingga sebelum final 2026, La Albiceleste telah tampil dalam enam final dan berhasil mengangkat trofi sebanyak tiga kali.
Ketiga gelar tersebut lahir dari tiga generasi berbeda. Pada 1978, Mario Kempes menjadi bintang kemenangan Argentina setelah mencetak dua gol di final melawan Belanda.
Delapan tahun kemudian, Diego Maradona membawa Argentina meraih trofi kedua di Meksiko. Turnamen itu dikenang berkat aksi legendaris Maradona, termasuk gol "Hand of God" dan solo run spektakuler ke gawang Inggris.
Sementara itu, pada 2022 di Qatar, Lionel Messi akhirnya menyempurnakan kariernya dengan membawa Argentina mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 3-3.
Daftar Final yang Pernah Dijalani Argentina
Apabila mampu mempertahankan gelar, Argentina akan menjadi negara pertama sejak Brasil (1958 dan 1962) yang berhasil menjadi juara dunia dua edisi berturut-turut.
Berbeda dengan Argentina, sejarah Spanyol di Piala Dunia relatif lebih singkat. La Roja baru satu kali tampil di final sekaligus meraih gelar juara.
Kesuksesan tersebut terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kala itu, Spanyol mengalahkan Belanda 1-0 melalui gol dramatis Andrés Iniesta pada menit ke-116 babak perpanjangan waktu.
Tim juara dunia 2010 dipenuhi pemain yang kemudian menjadi legenda sepak bola modern, antara lain:
Setelah 16 tahun menanti, Spanyol akhirnya kembali mencapai partai final dan berpeluang meraih gelar dunia kedua. Jika berhasil menjadi juara, Spanyol akan menjadi negara ketujuh yang memiliki lebih dari satu trofi Piala Dunia.
Baca Juga:
Kedua tim sama-sama tampil impresif pada semifinal. Spanyol memastikan tiket final setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0.
Gol kemenangan dicetak oleh:
Sementara Argentina meraih kemenangan dramatis atas Inggris. Sempat tertinggal melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55, Argentina membalikkan keadaan lewat:
Skor akhir 2-1 memastikan Argentina kembali tampil di final Piala Dunia.
Kedua finalis memiliki karakter permainan yang sangat berbeda. Argentina menjadi tim paling produktif sepanjang turnamen. Beberapa statistik penting menjelang final antara lain,
Artinya, final akan mempertemukan lini serang paling tajam melawan pertahanan paling kokoh. Salah satu cerita terbesar menjelang final adalah potensi duel antara Lionel Messi dan Lamine Yamal. Pertandingan ini menjadi simbol pergantian generasi dalam sepak bola dunia.
Kisah keduanya bermula jauh sebelum Lamine Yamal menjadi pemain profesional. Pada 2007, Messi yang saat itu berusia sekitar 20 tahun mengikuti sesi pemotretan kalender amal UNICEF di Camp Nou.
Dalam salah satu sesi, Messi berpose sambil memandikan seorang bayi menggunakan bak kecil dan mainan bebek. Bayi tersebut ternyata adalah Lamine Yamal.
Foto yang diabadikan fotografer Joan Monfort itu kembali viral pada 2024 setelah ayah Yamal mengunggahnya ke media sosial dengan keterangan,"The beginning of two legends."
Monfort bahkan menyebut momen tersebut sebagai sebuah "keajaiban takdir".
Jika keduanya sama-sama tampil, final Piala Dunia 2026 akan menjadi pertemuan pertama mereka sebagai lawan di lapangan. Perbandingan keduanya menjelang final sangat kontras,
Lionel Messi
Lamine Yamal
Sebelum turnamen dimulai, Yamal pernah mengaku sangat berharap dapat menghadapi Messi di final Piala Dunia. Banyak pihak kemudian menyebut laga ini sebagai pertarungan antara ikon sepak bola masa kini dan calon ikon generasi berikutnya.
Selain perebutan trofi, sejumlah catatan menarik juga mengiringi partai puncak.
Final Piala Dunia 2026 menghadirkan dua misi besar yang berbeda. Bagi Argentina, kemenangan akan mempertegas dominasi mereka sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola sekaligus menciptakan rekor juara dunia beruntun yang belum pernah terjadi selama lebih dari enam dekade.
Sebaliknya, Spanyol datang membawa ambisi mengembalikan kejayaan generasi emas mereka sekaligus membuka era baru bersama para pemain muda yang dipimpin Lamine Yamal.
Dengan sejarah, statistik, dan cerita emosional yang mengiringi kedua tim, final di New York New Jersey Stadium diprediksi menjadi salah satu laga paling dinantikan dalam sejarah Piala Dunia.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 18 Jul 2026