Jumat, 28 Agustus 2026 10:26 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com – DPRD Sulawesi Selatan memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program pembangunan yang dijalankan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Dukungan tersebut disampaikan Koordinator Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Mizar Roem, dalam rapat paripurna persetujuan bersama KUA-PPAS 2027, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta persetujuan MoU Multi Years dan Single Years Program Prioritas Gubernur Sulsel 2027–2029, Rabu (26/8/2026) malam.
Mizar mengatakan dinamika pembahasan di Banggar menunjukkan keseriusan legislatif dalam mengawal dan mendukung program prioritas Pemprov Sulsel.
“Dinamika Banggar ini sangat diseriusi oleh Ibu Ketua, keempat wakil ketua bersama seluruh anggota Banggar, bahkan di luar daripada Banggar. Ini menandakan bahwa semakin serius dan semakin berdinamika pembahasannya, maka semakin serius pula kita memberikan support terhadap program Bapak Gubernur Sulsel,” ujar legislator NasDem tersebut.
Baca Juga:
Menurut Mizar, pembahasan program dan anggaran tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi mencakup sektor strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama. Ia menilai pembangunan yang menyasar sektor tersebut menunjukkan kebijakan Pemprov Sulsel tidak hanya berorientasi pada perkotaan, tetapi juga memperkuat pembangunan di wilayah perdesaan.
“Berbagai sektor sangat diseriusi, terutama sektor pertanian. Ini mempertegas bahwa Pak Gubernur bukan hanya membangun dari kota, tetapi dari desa pun dibangun,” ungkapnya.
Selain pertanian, Mizar menyebut sektor pariwisata juga mendapat perhatian. Menurutnya, pembangunan lintas sektor tersebut memperkuat upaya pemerataan pembangunan dan pemanfaatan berbagai potensi Sulsel.
“Bahkan sektor pariwisata pun beliau bangun. Jadi pembangunan ini tidak hanya satu sektor, tetapi berbagai sektor yang menjadi kekuatan Sulawesi Selatan,” katanya.
Mizar juga menilai keberlanjutan pembangunan perlu dijaga melalui skema Multi Years Project (MYP). Menurutnya, kesinambungan program akan membantu memastikan proyek strategis tidak terhenti di tengah jalan.
Ia berharap pelaksanaan MYP tahap pertama berjalan sukses dan dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya.
“Kalau ini berjalan lancar dan sukses, MYP tahap satu sukses, MYP tahap dua sukses, insyaallah perjalanan Andalan Hati paripurna untuk Sulawesi Selatan di kemudian hari,” tuturnya.
Program MYP 2025–2027 sebelumnya diluncurkan Pemprov Sulsel pada Oktober 2025 dengan total anggaran sekitar Rp3,7 triliun yang bersumber dari efisiensi APBD.
Program tersebut memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, serta rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu.
Baca Juga:
Untuk sektor jalan, anggaran sekitar Rp2,5 triliun dialokasikan untuk perbaikan dan pengaspalan sekitar 1.000 kilometer yang mencakup 85 ruas jalan di berbagai wilayah Sulsel.
Sementara pembangunan irigasi mendapat alokasi sekitar Rp780 miliar untuk melayani 54.000 hektare sawah. Adapun pembangunan Rumah Sakit Regional Selatan di Gowa dan Regional Utara di Luwu dialokasikan sekitar Rp485 miliar.
Sejumlah proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan rampung pada 2027. Menurut Mizar, kesinambungan program pembangunan menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas. (****)